Serangan Mataram ke Batavia
Belanda telah tiba di Indonesia sejak 1596, ketika armada pertama mereka di bawah Cornelis de Houtman mendarat di Banten. 20 tahun kemudian setelah membumihanguskan kota Jayakarta, tahun 1618 mereka mendirikan kota baru di atas reruntuhannya dan menamai kota itu sebagai Batavia. Disanalah kantor perusahaan dagang mereka bernama VOC bercokol.

Sultan Agung penguasa Mataram yang berambisi menguasai seluruh pulau Jawa memandang VOC sebagai salah satu perintang usahanya di samping Sultan Banten. Maka pada tahun 1628, ribuan pasukan Mataram menyerbu kantor VOC di Batavia. Pada mulanya Belanda sangat kewalahan enghadapi serangan ini karena kurangnya personil. Namun untungnya mata-mata Belanda berhasil membakar lumbung pangan pasukan Mataram di Karawang. Akibatnya pasukan Mataram kekurangan perbekalan dan serangan pun gagal.
Tak mau menyerah, setahun kemudian pasukan Mataram kembali muncul di depan benteng Batavia. Kali ini mereka telah menyiapkan perbekalan yang banyak. Tapi lagi-lagi dengan siasat liciknya VOC kembali lagi membumihanguskan gudang perbekalan pasukan Mataram. Serangan pun gagal. Tapi berkat usaha pasukan Mataram sebelumnya yang berhasil membendung sungai Ciliwung, wabah kolera pun menjangkiti Kota Batavia dan membunuh Gubernur Jenderal VOC Jan Pieterszoon Coen.
Perlawanan-perlawanan Lain
- Kesultanan Gowa di bawah Sultan Hasanudin berperang melawan Belanda. Tapi berkat politik devide et Impera Aru Palakka, raja Bone kemudian memihak Belanda. Peperangan ini berakhir dengan kekalahan Kesulatanan Gowa. Sultan Hasanuddin dipaksa menandatangani perjanjian Bongaya berisi pengakuan monopoli VOC dan tunduknya Gowa pada VOC.
- Karena berselisih dengan ayahnya Sultan Ageng Tirtayasa, Sultan Haji meminta bantuan Belanda untuk merebut tahta kesultanan Banten. Perang Saudara pun terjadi di antara Sultan Ageng dan Sultan Haji. Perang berakhir dengan kekalahan Sultan Ageng. Sultan Haji naik tahta dan tunduk pada VOC. Sementara ayahnya dipenjara di Batavia dan meninggal disana. Sementara beberapa pedukung sultan Ageng dibuang ke Ceylon (Sri Lanka) lalu Afrika Selatan seperti Syekh Yusuf Al-Maqasari.
Latihan


Leave a Reply