Danil Kasputra
Resensi Film minggu ini, anda akan kami perkenalkan dengan sebuah film yang didasarkan kisah nyata dari sebuah negeri Eropa Tengah bernama Polandia. Katyn begitulah nama judul film ini, merujuk pada suatu hutan di Rusia. Tempat pembantaian 22.000 perwira dan kaum intelektual Polandia pada tahun 1940 yang dilakukan oleh Uni Soviet. Film ini sendiri disutradarai oleh Andrzej Wajda, dengan mengadaptasi sebuah buku berjudul Post Mortem: The Story of Katyn karya Andrej Mularczyk. Bintang bintang ternama Polandia seperti Andrezej Chyra (Jerzy, seorang perwira berpangkat yang selamat dalam pembataian), Maja Ostaszewska (Anna, istri dari Andrzej), Danuta Stenka (Roza, istri seorang Jenderal Polandia), Artur Zmijewski (Andrzej, seorang perwira berpangkat Kapten) dan Pawel Malaszynski (Piotr Baszkowski, Letnan Penerbang) terlibat dalam pembuatan film ini. Film ini dirilis pada tahun 2007 bertepatan dengan peringatan Invasi Soviet ke Polandia pada tanggal 17 September 1939.
Film ini diawali dengan ketegangan yang melanda Polandia setelah Jerman secara mendadak dari arah barat menginvasi negara mereka. Akibatnya kekacaun terjadi dan ribuan orang Polandia megungsi ke arah timur. Tapi tidak disangka-sangka di tengah kekacauan yang terjadi, para pegungsi dikejutkan oleh berita yang menggemparkan bahwa dari arah timur Tentara Merah Uni Soviet menyerbu Polandia Timur. Polandia pun menyerah dan sebagian tentaranya ditawan Jerman dan Uni Soviet. Anna, istri dari seorang perwira Polandia bernama Kapten Andrzej pun mencari tahu tentang keberadaan suaminya. Kemudian diketahui bahwa suaminya telah ditawan oleh Tentara Soviet.
Kemudian film banyak menceritakan kisah-kisah dari istri-anak anak para perwira Polandia yang menantikan kabar dari suaminya dengan penantian dan harapan yang tak menentu. Kemudian muncul sebuah kabar bahwa suami mereka telah dibantai di hutan Katyn di Rusia. Jerman dan Uni Soviet sebagai agresor utama ke wilayah Polandia saling tuduh-menuduh bahwa pihak satu dan yang lain lah pelakunya. Meskipun semua pihak tahu bahwa Uni Soviet lah dalang di balik semua itu. Film kemudian diakhiri dengan eksekusi massal para perwira dan kaum intelektual Polandia di Hutan Katyn.
Secara keseluruhan film ini sangat layak untuk ditonton terutama bagi mereka para penikmat film berlatar Perang Dunia II. Pertama jiwa zaman masa itu juga sangat terwakili dalam penggunaan kostum dan suasana kota yang dibuat se-mirip. Kedua, akting hebat para artis mampu menghadirkan suasana penuh kesedihan dan kepilauan. Ada beberapa kekurangan film ini. Pertama terletak pada runutan alur cerita yang terkadang maju mundur tanpa disertai penjelasan sehingga terkadang sangat membingungkan. Kedua, di bagian awal tidak menampilkan bagaimana pasukan Jerman dan Uni Soviet menyerbu Polandia. Adegan para pengungsi yang melarikan diri saja yang mewakili cerita itu.

Leave a Reply