“De Javasche Courant memiliki tugas penting untuk menyampaikan kepentingan-kepentingan penguasa Hindia Belanda pada masa tersebut.”
Javasche Courant menandai satu zaman menarik dari sejarah media public pada periode Hindia belanda. Diterbitkan pada tahun 1828, koran ini cukup menarik karena menjadi salah satu representasi koran yang disebut sebagai koran putih. Dengan kata lain, koran ini dimiliki oleh orang-orang berkulit putih yang pada konteks sejarah Nusantara adalah orang-orang Belanda. Memiliki tempat penerbitan di Jakarta, koran ini memuat kabar-kabar resmi pemerintahan Hindia Belanda. Artinya, koran ini memiliki tugas penting untuk menyampaikan kepentingan-kepentingan penguasa Hindia Belanda pada masa tersebut.
Pada gambar di atas, kita melihat halaman depan koran yang memiliki lambang kerajaan Belanda di bagian atas. Lalu dilanjutkan oleh berita-berita resmi yang ditulis untuk kebutuhan pemerintahan. Misalnya pada 18 Maret 1828, koran ini memberikan informasi kepada pembacanya tentang Besluit atau peraturan pemerintah yang berlaku. Peraturan yang dimuat di Javasche Courant ini mengatur tentang pembagian daerah Batavia menjadi 6 distrik. Yang pertama adalah distrik Utara, lalu Selatan, timur, Barat, Tenggara dan terakhir adalah perkampungan Cina.
Baca Juga:
Menariknya, berita-berita yang disajikan di Javasche Courant ini juga ditulis langsung oleh orang-orang penting di pemerintahan Hindia Belanda. Contohnya, pada berita di akhir tahun 1828 tepatnya pada 2 Desember, berita pertama menjelaskan kepada pembaca tentang laporan terkini dari Perang Jawa yang masih berkecamuk sejak tiga tahun sebelumnya. Dalam berita tersebut, Letnan yang bertanggung jawab terhadap pasukan-pasukan perang untuk Perang Jawa melawan Pangeran Diponegoro, menjelaskan secara rinci tentang pengasingan Kiai Maja ke Salatiga sebelum akhirnya diasingkan ke Minahasa, Sulawesi Utara kepada Gubernur Jendral yang menjabat pada masa tersebut.
Selain berita-berita resmi kerajaan, Javasche Courant juga memiliki berita-berita lain. Misalnya adalah informasi-informasi tentang pelelangan negara. Di tahun 1929, koran ini menginformasikan pelelangan perkebunan teh pasca meninggalnya salah satu tokoh pejabat Hindia Belanda pada masa tersebut. Selain informasi pelelangan dengan skala besar, koran ini juga menginformasikan beberapa pelelangan yang lebih kecil skala dan harga barangnya.
Di samping dua informasi yang mendominasi koran ini, ada dua konten menarik yang juga disajikan oleh Javasche Courant. Pertama adalah iklan dan yang kedua adalah kutipan dari berita-berita Eropa.
Dua gambar di atas merupakan ilustrasi dari berita yang dikutip dari Portugal dan juga iklan dari barang-barang yang dipromosikan di Hindia Belanda. Dari dua ilustrasi tersebut, dapat kita simpulkan bahwa di samping berita-berita kenegaraan yang bersifat politik dan juga pelelangan yang berkaitan erat dengan bisnis negara, adapula periklanan dan berita kutipan dari tanah Eropa pada harian Javasche Courant.
Profil Penulis

Leave a Reply