Danil Kasputra
“Berbagai macam buletin wisata hadir dan terbit menampilkan Bandung dan Garut yang indah serta eksotis sebagai daya pikat utamanya untuk menarik minat para turis untuk berkunjung.”
Priangan terletak di pedalaman pulau Jawa bagian barat. Wilayahnya terkurung oleh rangkaian pegunungan dan perbukitan. Meski terpencil secara geografis, Priangan adalah daerah yang sangat disukai oleh para turis terutama berkat udaranya yang sejuk dan panorama keindahan dari rangkaian pegunungannya yang hijau. Karena semua itu pula tak aneh bilamana di era kolonial banyak sekali buletin pariwisata terbit khusus menampilkan lanskap Priangan yang indah untuk menarik minat para wisatawan. Buletin-buletin ini biasanya diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan pelayaran serta berbagai macam perkumpulan yang memajukan pariwisata. Anda tentu saja mengenai buletin-buletin itu dan apa saja yang mereka tampilkan. Maka kali kami akan mengenalkan anda pada beberapa buletin pariwisata yang pernah hadir di Priangan
- Gids voor Bandoeng
Pertama kami akan memperkenalkan kepada anda salah satu buletin wisata tertua, Gids voor Bandoeng. Dari namanya saja, anda pasti sudah bisa menebak bahwa buletin ini tentu saja akan banyak mengenalkan anda pada Bandung. Jika tebakan anda demikian, maka tebakan anda tepat sekali. Buletin ini memang banyak menampilkan berbagai macam panorama objek wisata Bandung. De Naamlooze Vennootschap Hotel Homan pertama kali menerbitkannya tahun 1908. Secara isi, buletin ini bisa dibagi ke dalam dua bagian. Bagian pertama banyak bercerita mengenai Bandung, dari mulai letak geografis, kondisi alam, jumlah penduduk dari masa ke masa hingga surat-surat kabar dan sekolah apa saja yang ada di Bandung.

Sementara itu di bagian kedua, buletin ini mengajak anda pada rute rute mana saja yang harus dilewati untuk mencapai objek objek wisata yang ada di Bandung. “Dien men per kar heen in 1′., uur en terug in 1 uur aflegt. De kosten zijn f 5.— voor 2 personen en f 4.50 voor een persoon, op denzelfden dag terug. Lembang ligt ~>26 M. Hooger dan Bandot ng. Men kan te Lembang wandelen in het mooie kinaplantsoen en vindt daar het graf van den nog niet overtroffen Junghuhn, een naald staande op een heuvel, door de bevolking „PasirJoengkoen” genoemd” (Orang orang dapat diangkut oleh satu kendaraan dalam waktu 1 jam dan kembali dalam 1 jam. Biayanya adalah f 5 (Dua orang) dan f 4.50 untuk satu orang, kembali pada hari yang sama. Lembang lebih tinggi kurang lebih 26 M dari Bandung. Anda bisa berjalan-jalan di Lembang di perkebunan kina yang indah dan disana anda akan menemukan makam Junghuhn yang terletak di atas sebuah bukit. Penduduk sekita menyebutnya sebagai “Pasir Joengkoen”.


2. Garoet en Omstreken
Kurang lebih 14 tahun setelah Gids voor Bandoeng hadir, di tahun 1922 buletin pariwisata Garoet en Omstreken terbit di Batavia atas prakarsa J.Z. Van Dyck. Melalui buletin ini anda akan diajak berimajinasi mengunjungi alam alam Garut yang indah. Mulai dari kawah Cipanas, Situ Cangkuang dan situ Bagendit hingga bangunan-bangunan tradisional dan modern yang tersebar di seluruh Garut. Maka Tak aneh rasanya di era kolonial dahulu, turis-turis mengenal Garut sebagai Swiss dari Jawa. Buletin ini juga akan menunjukkan pada anda tentang keseharian kehidupan masyarakat Garut baik yang berasal dari penduduk pribumi maupun orang Eropa.



3. Gids voor Bandoeng Garoet en Omstreken
Hampir sangat serupa dengan buletin pariwisata yang pertama, hanya saja objek-objek wisata Garut dan sekitarnya yang kali ini ikut tampil sebagai pewarna baru, Gids voor Bandoeng Garoet en Omstreken adalah buletin pariwisata ketiga yang akan kami perkenalkan kepada anda. Buletin ini hadir berkat sumbangsih De Vennootschappen Hotel Homann en Hotel van Horck Te Bandoeng en Garoet pada tahun 1930. Buletin ini bisa kita kategorikan ke dalam dua bagian. Bagian pertama mengenalkan kita kita tentang Bandung beserta objek-objek wisatanya. Isinya sama persis dengan buletin pariwisata Gids voor Bandoeng. Sementara itu di bagian kedua, kita akan diperkenalkan oleh buletin ini mengenai Garut beserta dengan objek-objek wisatanya yang indah.

Keunikan dari buletin pariwisata ini kita akan dibuat kagum oleh cara penulis mengenalkan dan menampilkan berbagai macam keindahan objek wisata yang ada di Garut dan Bandung dalam bentuk visualisasi lukisan. Beberapa objek wisata itu melingkupi pemandangan danau yang jernih dengan latar belakang perbukitan hijau Situ Bagendit, Kawah Guntur yang eksotik, juga Kawah Putih yang indah lagi misterius dengan latar gunung Patuha yang menawan.


4. Bandung The Mountain City of Netherlands Indies
Sementara buletin pariwisata kita yang kelima ini, bernama Bandung The Mountain City of Netherlands Indies. Buletin ini hadir atas campur tangan Reitsma, seorang anggota sekaligus ketua perhimpunan Bandung Vooruit, sebuah perkumpulan yang memiliki tujuan untuk memajukan pariwisata di kota Bandung. Lewat buku ini, repsentasi keindahan alam dan keanggunan bangunan-bangunan modern di kota Bandung muncul melalui berbagai gambar dan foto yang disajikan secara mengagumkan meliputi gemericik air terjuan yang berjatuhan di celah-celah bebatuan Curug Cimahi, Lokomotif Kereta Api dengan asap yang mengepul sebagai tanda kemodernan serta Stasiun Radio Malabar yang terletak pada lereng Gunung Malabar berdiri kokoh sebagai kebanggan Bandung dan Hindia Belanda.


Jalan raya diantara hutan Rancabali dan Talaga Patengan (Bawah)
5. Gids van en Midden Priangan
Masih dengan nama penulis yang sama, Reitsma namun kali ini ia dibantu oleh Hoogland koleganya di perkumpulan Bandoeng Vooruit menerbitkan sebuah buletin pariwisata yang ditulis dalam bahasa Belanda dengan judul Gids van Bandong en Midden Priangan. Buletin ini memuat berbagai macam narasi mengenai objek wisata, jalan-jalan hingga sekilas pandang sejarah asal mula kota Bandung beserta berbagai ilustrasi. Serupa dengan rupa rupa buletin wisata yang telah kami perkenalkan pada anda, buletin ini juga tentu saja sama banyak menampilkan pemandangan alam yang indah, bangunan-bangunan modern serta peta peta wilayah. Tapi kelebihannya dibanding yang lain buletin ini sarat dengen deskripsi tentang jalan-jalan kecil yang tersebar di kota Bandung, semisal jalan Buahbatu, Arcamanik, Ujung Berung, Tjihampelas, Lembang, dll.
6. Tourist-Note
Tidak terasa kami telah mengenalkan anda pada lima buletin pariwisata yang pernah hadir di Priangan. Kini tiba saatnya pada buletin yang terakhir. Buletin terakhir ini amat berlainan dengan kelima buletin sebelumnya yang lebih ditujukan bagi para turis Eropa. Buletin Tourist-Note hadir sebagai petunjuk wisata bagi para wisatawan China yang ingin berkunjung ke Bandung. Tak aneh bilamana anda akan mendapat beragam hal yang berbau China, mulai dari iklan-iklan hingga narasi nya yang seakan mengajak wisatawan China untuk datang. Pola narasi catatan harian lebih ditonjokan dalam buletin pariwisata ini sebagaimana yang akan kita lihat di bawah ini, Liwat Dajeuhkolot, Badjaran, naek di Goenoeng Poentang ke Malabar Radio Station, atawa ke Pengalengan



Leave a Reply