Aspek Kepercayaan
Pemujaan terhadap roh nenek moyang menjadi salah satu aspek utama dari kepercayaan yang berkembang selama masa pra-aksara. Berawal dari kematian orang-orang yang mereka kasihi atau orang selama hidupnya dihormati, orang-orang kemudian memuja roh mereka. Kemudian berkembang kepercayaan bahwa roh-roh ini hidup di tempat yang tinggi. Maka tak heran banyak bangunan atau makam-makam era megalithikum yang bertempat di dataran tinggi.
Baca Juga:
- Manusia Purba di Indonesia: Jenis-jenis hingga Ciri-Cirinya
- Pengaruh Budaya India di Indonesia dalam Berbagai aspek
- Beberapa Teori Masuknya Agama Hindu Buddha ke Indonesia
Lalu lama kelamaan berkembanglah kepercayaan animisme, dinamisme dan monoisme. Dinamisme sendiri sebuah kepercayaan yang menyakini bahwa setiap benda memiliki roh dan jiwa, sehingga benda itu kemudia dikeramatkan. sementara animisme kepercayaan terhadap kekuatan gaib berupa roh dan mahluk halus diluar kekuatan manusia. Sedangkan Monoisme suatu kepercayaan yang menyakini bahwa ada satu tuhan yang menguasai seluruh alam semesta.

Warisan peninggalan kebudayaan zaman ini ialah,
- Dolmen, batu penutup dari sarcophagus
- Sarchopagus, peti mati yang terbuat dari batu.
- Punden Berundak-undak, bagunan tumpukan batu yang bertingkat.
- Arca, Patung yang digunakan sebagai sarana pemujaan
- Menhir, tugu batu yang didirikan di atas tanah dengan tegak
Latihan


Leave a Reply