Haji Agus Salim telah dikenal sebagai salah satu manusia jenius yang pernah lahir di Indonesia. Bahkan saking kagumnya dengan kejeniusannya Buya Hamka mengatakan satu orang Agus Salim senilai dengan satu satu juta manusia bahkan lebih. Tapi uniknya kelak kecuali anak bungsunya tidak ada seorang pun anak Haji Agus Salim yang pernah bersekolah formal.
Sekolah Belanda yang bersifat Kolonial
Bukan tanpa sebab Haji Agus Salim enggan untuk menyekolahkan anaknya, ia memandang bahwa sekolah-sekolah yang didirikan Belanda waktu itu masih sangat bersifat kolonial. Selain itu, sebagaimana diungkapkan oleh Muhammad Roem, koleganya sesama politukus Islam Haji Agus Salim juga tak ingin anak-anaknya melalui jalan “berlumpur” akibat pelajaran kolonial.
Sebab musabab ialah gara-gara pendidikan kolonial, Haji Agus Salim merasakan bahwa dia hampir saja menjadi seorang ateis karena skeptis terhadap agama. Perasaan itu mulai hilang tatkala dia bekerja di kantor konsulat Belanda di Jeddah, Arab saudi. Disana dia bertemu dan menimba pada salah seorang kerabatnya yang menjadi ulama besar di Mekkah, Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.
Memilih Mendidik Anaknya Sendiri
Mohammad Roem dalam salah satu tulisannya yang berjudul “Haji Agus Salim Memimpin adalah Menderita”, sempat terheran-heran sekaligus kagum dengan ketrampilan berbahasa Belanda anak Haji Agus Salim yang bernama Syauket. Mohammad Roem mengisahkan “Kami heran melihat Syauket yang umurnya baru 4 tahun fasih berbahasa Belanda, ia dapat menerangkan badanya gatal dan minta digaruk.”
Bahkan anak pertama Haji Agus Salim Dolly pada usia enam tahun sudah membaca buku detektif Nick Carter dan Lord Lister. Sementara adiknya Totok, pada usia 13 tahun telah membaca buku Mahabarata dalam bahasa Belanda. Buku bacaan yang menurut Mohammad Roem setara dengan anak AMS (setingkat SMP dengan pengajaran bahasa Belanda) bahkan mungkin lebih.
Walaupun tidak pernah memasukkan anak-anaknya ke sekolah formal tidak lantas membuat Haji Agus Salim berlepas tangan terhadap pendidikan anak-anaknya. Dia mendidik sendiri mereka dengan metode dan caranya sendiri. Mungkin cara mendidik Haji Agus Salim ini bisa menjadi referensi bagi orang tua hari ini.
Haji Agus Salim tidak pernah membatasi waktu belajar dan bermain. Setiap saat dia bisa memberikan pelajaran pada anak-anaknya. Yang lebih terpenting kata Mohammad Roem, Haji Agus Salim selalu menanamkan keinginan untuk mengetahui yang lebih besar dan mencari pengetahuan itu sendiri.
Tidak Pernah Bersekolah Tapi Berpendidikan.
Oleh karenanya tak heran banyak yang tak percaya bahwa anak anak Haji Agus Salim tak pernah mengenyam bangku sekolah. Jojet Salah satu anak Haji Agus Salim mengatakan bahwa gara-gara ia menguasai banyak bahasa asing, hafal berbagai macam jenis puisi, penuh humor dan mengasyikan. Tidak ada satu pun yang percaya bahwa dia sebagai anak Haji Agus Salim tidak pernah bersekolah formal.
Posisi sejarah dalam perspektif penulisannya banyak mengalami dinamika ketika Romawi berjaya. Kisah sejarah dalam perspektif Romawi mengalir mulai dari perselisihan antara Romulus dan Remus hingga kisah jatuhnya kaisar Augustus. Banyak yang beranggapan bahwa kisah-kisah sejarah tersebut hanyalah sebuah adaptasi dari Kebudayaan Yunani karena mungkin kultur tersebut tersebar bersamaan dengan munculnya Romawi di dalam arus Sejarah. Akan tetapi, anggapan ini nampaknya kurang akurat karena sebenarnya Romawi, secara independen, telah mengembangkan penulisan sejarah bagi mereka sendiri tanpa bergantung penuh pada Yunani baik dalam segi konten maupun model.
Model Penulisan Sejarah Romawi
Berbeda dengan penulisan sejarah Yunani yang mulai berkembang lewat penggunaan tradisi lisan dan membentuk sebuah narasi, karya-karya sejarah monumental dari Romawi berkembang dari model kronik. Artinya, para penulis sejarah dari Romawi menuliskan rujukannya dengan menyusun kumpulan peristiwa secara teratur dari tanggal ke tanggal, bulan ke bulan hingga tahun ke tahun. Catatan terawal dari model ini adalah karya dari Quintus Fabius Pictor yang kemungkinan lahir pada tahun 270 sebelum Masehi (Cornell, 2013). Ia menulis sebuah kronik yang disusun berdasarkan dimensi waktu dari kisah sang kaisar pertama Romulus hingga Perang Hannibal. Dengan karya sejarah Pictor, Romawi telah membuktikan bahwa penulisan sejarahnya setidaknya tidak bergantung kepada budaya Yunani, meski tidak sepenuhnya.
Selain itu secara konten, tulisan sejarah masa Romawi mengembangkan beberapa aspek yang tidak ada di dalam budaya tulis sejarah Yunani. Penulis-penulis Romawi secara kreatif mengembangkan konten-konten baru seperti penulisan genealogi, deskrpsi geografis dan mitos-mitos. Hal ini tentu berbeda dengan Yunani yang merangkai cerita perang secara rinci dan menyeluruh. Misalnya, salah satu sejarawan bernama Marcus Porcius Cato menulis Sejarah Perilaku orang-orang Romawi di tahun 170 sebelum Masehi.(Marincola, 2007).
Pengaruh Yunani
Bagaimanapun hebatnya penulis Romawi lewat kroniknya, mereka tidak sepenuhnya mengembangkan sejarah secara sempurna. Tulisan sejarah Romawi tentu memiliki beberapa kelemahan. Salah satunya adalah pengaruh Yunani yang melekat kuat dalam penulisan sejarah mereka dalam aspek tertentu. Hal ini terbukti lewat kesamaan tujuan dari penulisan sejarah antara Romawi dan Yunani. Pada masa Romawi, tujuan penulisan sejarah tidak dapat dipisahkan dengan alasan politik, sesuatu yang tidak berbeda dengan para sejarawan Yunani.
Di dalamnya Bahkan, metode yang digunakan dalam menghimpun fakta sejarah di masa Romawi hampir menyerupai apa yang dilakukan oleh Thucydides dari Yunani. Dengan kata lain, pengalaman dari penulis tersebut yang menjadi rujukan dari karya yang dituliskan. Salah satu contohnya adalah salah seorang sejarawan bernama Sallustius Crispus menuliskan dua buah karya sejarah tentang perang berjudul Perang Catiline dan Perang Jugurtha.(Yarrow, 2006)Dengan persamaan tujuan penulisan sejarah ini, maka posisi tulisan sejarah di Romawi kemungkinan besar bukanlah karangan ilmiah, melainkan alat legitimasi politik sebagaimana Yunani.
Polybius (Domain Umum)
Sejarah yang Bertumpu pada Politik dan Militer
Meskipun bertujuan untuk politik semata, tidak semata-mata orang dapat menulis sejarah secara sembarangan di Romawi. Pada masa tersebut, sejarawan dituntut untuk memiliki pengalaman politik dan militer. Hal ini karena dua pengalaman tersebut sangat penting dalam membentuk sebuah narasi sejarah pada masa tersebut. Contoh sejarawan dengan kedua pengalaman politik dan militer adalah Polybius. Ia berhasil menjawab respon masyarakat Roma dengan menuliskan karya berdasarkan pengalaman objektifnya.(Breisach, 1994) Ia disebut sebagai ‘Thucydides dari Romawi’ karena keahliannya memadukan pengalaman politik serta militernya dalam menuliskan sejarah. Salah satu karya monumentalnya adalah The Histories yang menjelaskan kondisi kerajaan Roma di masa ia hidup.
Dari keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa Penulisan sejarah pada masa Romawi memiliki dinamika yang cukup unik. Di satu sisi mereka mengembangkan sejarahnya secara kreatif lewat kronik hingga menjadi narasi dan tidak bergantung pada Yunani. Tetapi di sisi lain, tujuan penulisan sejarah pada masa ini adalah demi alasan politik seperti perang, sama sekali tidak berbeda dengan budaya Yunani sebelumnya.
Kalian semua tentu nya tahu dengan negara Vietnam. Salah satu negara Asia Tenggara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi paling dinamis di abad 21. Tapi tahukah kalian bahwa selama pertengahan abad ke 20, Vietnam menjadi salah satu wilayah konflik paling mematikan di muka bumi. Bahkan negara Vietnam sendiri terpecah menjadi dua negara, satu di utara bernama Republik Demokratik Vietnam atau akrab disebut Vietnam Utara. Satu-nya lagi di selatan biasa disebut sebagai Republik Vietnam atau Vietnam Selatan.
Latar Belakang Perang Vietnam
Hingga tahun 1950-an, wilayah Vietnam saat ini ditambah Laos dan kamboja merupakan wilayah jajahan Perancis dengan nama Indochina Perancis. Pada tahun 1956, Tentara Perancis mengalami kekalahan dalam pertempuran Dien Bien Phu yang mengakhiri penjajahan Perancis di Indochina.
Seusai kekalahan Perancis diadakan konferensi Jenewa disana dinyatakan bahwa Vietnam secara resmi dibagi menjadi dua negara. Satu negara Komunis di utara bernama Republik Demokratik Vietnam yang didukung Uni Soviet, Republik Rakyat China dan Korea Utara. Satu lagi sebuah negara demokratis pro-Barat di selatan didukung Amerika Serikat dan negara barat.
Persetujuan Jenewa nyatanya bukan akhir dari sebuah konflik tapi merupakan permulaan satu konflik lainnya yang letupan amat besar juga mematikan. Pembagian Vietnam malah melahirkan konflik baru yaitu perang Vietnam yang berlangsung selama 18 tahun (1957-1975).
Perang Vietnam merupakan salah konflik paling mematikan selama perang dingin. Vietnam menjadi tempat pertempuran besar dua ideologi besar yang saling bersebrangan yakni ideologi komunis dan liberal.
Kaum komunis di utara mendapat bantuan baik militer maupun persenjataan dari sekutu komunisnya seperti Uni Soviet, Republik Rakyat China, Korea Utara, Kuba dan Mongolia.
Sementara kaum liberal pro-barat mendapat sokongan kuat dari Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand, Australia, Selandia Baru dan Philiphina.
Hampir dua juta orang baik sipil maupun militer tewas selama perang ini. Jutaan orang Vietnam mencari suaka hingga bahkan melarikan diri dengan perahu-perahu kecil keluar dari Vietnam. Banyak dari mereka lari ke Amerika Serikat, Australia dan negara-negara barat lainnya atau ditampung sebagai pengungsi perang di negara-negara Asia Tenggara lain. Salah satu tempat penampungan para pengungsi Vietnam di Indonesia yang paling terkenal ialah pulau Galang di Batam.
Kekalahan Vietnam Selatan
Perang Vietnam berakhir dengan jatuhnya ibu kota Vietnam Selatan, Saigon ke tangan pasukan komunis Vietnam Utara sekaligus menandai kekalahan Vietnam Selatan. 30 April 1975 menandai reunifikasi kembali Vietnam di bawah pihak komunis. Kejatuhan Vietnam Selatan menjadi salah satu peristiwa memalukan bagi Amerika Serikat sebagai negara adidaya.
Latihan
Jodohkan pernyataan di atas dengan benar dan tepat!
Sebagian besar kita seringkali memandang bahwa Imperialisme dan Kolonialisme dua buah kata yang memiliki makna serupa. Keduanya seakan berjalan saling beriringan dan terikat satu sama lain. Padahal jika kita telisik lebih dalam Imperialisme dan kolonialisme merupakan dua buah kata yang berbeda baik dari segi asal kata, pengertian dan makna.
Kolonialisme
Kolonialisme berasal dari kata koloni yang mempunyai arti ‘daerah’, ‘wilayah’ atau ‘territorial’. Maka bisa diartikan kolonialisme ialah suatu paham yang ingin menjadikan daerah atau wilayah di luar kekuasaanya sebagai bagian dari wilayahnya.
Imperialisme
Kata Imperium merupakan asal kata dari Imperialisme yang berarti ‘wilayah kekuasaan penguasa’. Walaupun secara definisi nampak sekali bahwa imperialisme hampir serupa dengan kolonialisme, tapi terdapat perbedaan diantara keduanya. Imperialisme lebih menekankan pada campur tangan suatu bangsa terhadap bangsa lainnya dengan maksud untuk menguasainya.
Kejatuhan Konstatinopelpada tahun 1453 dari tangan Byzantium kepada Bangsa Turki Utsmani berperan penting dalam berkembangnya Kolonialisme dan Imperialisme di negara- negara Eropa. Bandar Konstantinopel tempat orang Eropa bisa memperoleh rempah-rempah dengan mudah ditutup setelah kejatuhan kota itu. Bersamaan dengan itu harga rempah-rempah ikut naik karena persediaan yang semakin langka dan terbatas.
Pada tahun 1492 Kesultanan Muslim terakhir di Granada, Spanyol jatuh dan menyerah pada dua penguasa Katolik Kerajaan Spanyol Ratu Isabella dan Ferdinand. Di saat Kerajaan Spanyol sedang merayakan kemenangannya dalam mengakhiri 7 abad dominasi penguasa muslim, Colombus datang dan menawarkan pencarian rempah rempah menuju India. Colombus menyakinkan bahwa jalan yang dia tempuh ke India adalah menuju barat dan ini merupakan jalan baru tiada satu pun pelaut yang pernah melaluinya. Karena tergiur dengan keuntungan dari rempah-rempah dan juga ambisi perluasan wilayah, penguasa Spanyol setuju terhadap tawaran itu.
Maka Colombus pun berangkat dan tiba di sebuah benua baru yang kelak bernama Amerika. Karena Colombus masih belum sadar dan mengira ia telah tiba di India. Maka penduduk setempat ia beri nama orang Indian. Disana ia menancapkan sebuah tugu peringatan bahwa wilayah ini merupakan bagian dari kerajaan Spanyol. Setelah pelayaran Colombus berbondong-bondong orang Eropa berlomba-lomba mencari jalan ke dunia timur tempat dimana rempah-rempah berada.
Dua Jenis Imperialisme
Jenis Imperialisme Kuno, jenis imperialisme berwujud pada tiga tujuan untuk mencari kekayaan khususnya rempah-rempah (gold), memperluas wilayah kekuasaan sebagai simbol kejayaan (glory), dan menyebarkan agama (gospel). Imperialisme jenis ini dijalankan oleh dua negara pelopor Imperialisme yakni Portugal dan Spanyol
Imperialisme Modern, imperialisme jenis ini kelak banyak dijalankan oleh negara-negara Eropa yang telah mengalami industrialisasi. Inggris, Perancis, Belanda, Jerman dan Denmark adalah negara yang masuk dalam kategori ini.
Oke… sob sekalian, kalian semua pasti tahu atau setidaknya pernah tuh mendengar tentang manusia purba. Yah… dalam benak kalian pastinya manusia purba ini masih primitif, hobinya berburu dan masih belum mengenal pakaian. Pokoknya masih jauh ketinggalan zaman dan hidupnya di gua-gua. Gambaran itu memang sebagian benar tapi juga ada salahnya. Jadi, manusia purba juga walau mereka primitif tapi dalam berbagai hal mereka juga telah mengembangkan budaya walau masih dalam tingkat yang amat rendah. Nah… disini biar nggak berlama-lama kita akan mempelajari beberapa manusia purba yang pernah hidup di Indonesia.
Megantropus Paleojavanicus
Ini salah satu manusia purba tertua yang pernah ditemukan di Indonesia juga Dunia. Megantropus Paleojavanicus yang berarti Manusia Besar Tua dari Java pertama kali ditemukan oleh von Koeningswald di Sangiran, Lembah Sungai Bengawan Solo pada tahun 1941. Manusia jenis ini masih menyerupai kera terlihat dari bentuk rahang mereka. Tapi secara budaya mereka telah lebih canggih dimana mereka berhasil mengembangkan peradaban Paleolithikum.
Gigi dari Megantropus Paleojavanicus (KITLV)
Paleolithikum sendiri ialah zaman yang berlangsung sekitar 600.000 tahun silam. Pada zaman ini manusia termasuk Megantropus masih hidup dalam tahap yang sederhana. Adapun ciri-ciri budaya manusia zaman ini yaitu,
Kehidupan manusia masih nomaden atau berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Kegiatan manusia masih food gathering yakni mengumpulkan makanan dengan cara berburu, menangkap ikan, mengumpulkan ubi dan buah buahan.
Batu atau kapak yang masih kasar digunakan untuk berburu.
Manusia purba ini hampir menyerupai Megantropus dan sama-sama ditemukan oleh von Koeningswald pada tahun 1936. Lokasi penemuannya di Lembah Sungai Brantas. Secara budaya Pithecantropus Mojokertensis nampaknya hidup satu zaman dengan Megantropus Paleojavanicus.
Benda-benda pendukung Zaman Paleolithikum (KITLV)
Pithecantropus Erectus
Eugene Dubois pada tahun 1890 di Trinil, Lembah Sungai Bengawan Solo menemukan sebuah fosil manusia purba. Fosil temuannya ini kemudian dia beri nama Pithecantropus Erectus (Manusia Kera yang berdiri tegak). Manusia jenis ini juga memiliki beberapa ciri yang membedakannya dengan manusia modern, yakni:
Volume otak kepalanya masih 900 cc, sedangkan manusia modern memiliki volume otak lebih dari 1000 cc. Maka mudah diperkirakan bahwa kemampuan berfikir manusia jenis ini masih terbilang rendah.
Secara budaya manusia jenis ini hidup dalam zaman Paleolithicum sezaman dengan Megantropus dan Pithecantropus Mojokertensis.
Trinil tempat ditemukannya Pithecantropus Erectus (KITLV)
Homo Soloensis
Hidup dalam zaman Paleolithikum akhir, Homo Soloensis amat berbeda jauh dengan Megantropus dan Pithecantropus. Bahkan sebagian ilmuwan menganggap mereka sebagai Homo Sapiens karena hampir menyerupai bentuk manusia modern. Homo Soloensis sendiri ditemukan oleh Ter Haar dan Oppernoorth di Lembah Sungai Bengawan Solo sehingga namanya Homo Soloensis yang berrarti manusia solo.
Tebak Kata
Zaman dimana Megantropus dan Pithecantropus hidup? P _ L _ O L _ T H _ _ U M
Megantropus Paleojavanicus ditemukan oleh seorang ilmuwan bernama? _ O N _ O E _ _ N G S _ _ _ _
Manusia yang berdiri tegak dinamakan P _ T _ E _ A _ T _ O _ P _ S E _ E _ T _ S
Pithecantropus Erectus ditemukan oleh? E _ G _ _ E D _ B _ _ S
Setelah Presiden Soeharto lengser pada 21 Mei 1998, Indonesia memasuki babak baru yang dinamakan masa reformasi. B.J. Habibie, wakil Presiden Indonesia saat itu tampil menggantikan Soeharto sebagai Presiden ke-3 Indonesia. Pemerintah Presiden B.J. Habibie harus menerima tanggung jawab sedemikian berat diantaranya membawa Indonesia dari keterpurukan krisis ekonomi serta mewujudkan pemerintahan yang bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Maka pada 22 Mei 1998 Presiden B.J. Habibie membentuk kabinet baru yang bernama Kabinet Reformasi yang terdiri dari 16 Menteri. Adapun beberapa hal yang dibenahi Kabinet ini ialah Dwifungsi ABRI, Kebebasan Berpendapat dan Pemilu 1999.
Dwifungsi ABRI
Selama masa pemerintahan Orde Baru, ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) yang merupakan gabungan dari TNI Angkatan Darat, Laut, Udara ditambah Kepolisian. Mereka memainkan peranan penting dalam kehidupan politik. Banyak jabatan-jabatan sipil diisi atau diduduki oleh orang-orang yang berasal ABRI. Salah satu tuntutan Gerakan Reformasi 1998 ialah keiginan untuk mengurangi pengaruh ABRI dalam kehidupan sipil.
Setelah Gerakan Reformasi 1998 berhasil secara perlahan pengaruh dan peranan ABRI mulai dikurangi diantaraya,
Pengurangan perwakilan ABRI di Dewan Perwakilan Rakyat dari 75 orang menjadi hanya 38 orang.
Angkatan Kepolisian sebagai salah satu dari unsur ABRI memisahkan diri menjadi sebuah unit independen yang terpisah dari ABRI
Penggantian nama ABRI kembali pada nama semula Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang terdiri dari Angkatan darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara.
Setelah hidup dalam 32 tahun masa orde baru yang otoriter, masa Pemerintahan B.J. Habibie menandai awal mula kebebasan berpendapat di Indonesia. Pemerintahan membuka kran kebebasan bagi pers dan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan unek-uneknya pada pemerintah. Pemerintah menjamin tidak akan ada lagi ada pembredelan atau penutupan bagi media massa yang kritis pada pemerintah.
setelah masa reformasi masyarakat juga diperbolehkan untuk melakukan demonstrasi tapi dengan syarat mendapatkan izin dari pihak kepolisian dan pemberitahuan dimana lokasi demo akan dilangsungkan.
PEMILU 1999
Pemilu 1999 menandai awal mula pembukaan kran politik secara besar-besaran bagi tumbuh dan berkembangnya partai politik. Dari 3 partai yang eksis selama pemerintahan Orde Baru menjadi tumbuh 112 partai politik lalu mengerucut menjadi sebanyak 48 Parpol sebagai hasil seleksi ketat dalam Pemilu 1999.
Lembaga Pemilihan Umum sebagai lembaga penyelenggara pemilu selama orde baru dibubarkan, lalu perannya digantikan oleh Komisi Pemilihan Umum atau biasa disingkat KPU. Anggota KPU sendiri terdiri dari wakil pemerintah dan wakil peserta pemilihan umum.
Pemilu 1999 berjalan dengan lancar dan untuk kali pertama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) keluar sebagai pemenang, disusul Partai Golkar ditempat kedua lalu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di tempat ketiga.
Bro… dan Sis…., pastinya tahu bahwa Soekarno dan Hatta telah memainkan peranan penting dalam kemerdekaan bangsa kita. Karena berkat proklamasi kedua-nya lah lahir negara Indonesia pada tahun 1945. Tapi sis dan bro pada tahu nggak nih! selain keduanya banyak lagi beberapa tokoh nasional yang memiliki peranan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Siapa saja mereka? Penasaran? mari bro dan sis semua bisa baca ulasan di bawah ini.
Sutan Syahrir
Sutan Syahrir (id.wikipedi.org)
Dibanding Sukarno dan Hatta, nama Sutan Syahrir nampaknya masih kurang akrab di telinga sebagian rakyat Indonesia. Padahal peranannya dalam fase awal kemerdekaan Indonesia tidak bisa dikatakan kecil. Syahrir bersama Sukarno dan Hatta seakan membentuk triumvirat atau simbol dari perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sutan Syahrir merupakan Perdana Menteri Indonesia pertama yang ditunjuk oleh Presiden Soekarno pada bulan November 1945.
Beberapa kebijakan Sutan Syahrir selama menjabat Perdana Menteri yakni,
Diplomasi Beras, mengirimkan bantuan bahan makanan kepada rakyat India yang sedang dilanda kelaparan.
Perundingan dengan Sekutu (Inggris) dan Belanda, Syahrir berhasil mengadakan perundingan dengan tentara sekutu dan kemudian dengan Belanda. Hal ini berhasil membuat perlahan eksistensi Indonesia sebagai negara berdaulat diakui.
Sutan Syahrir kemudian berhenti sebagai perdana menteri setelah banyak kritikan keras pada isi persetujuan Linggardjati yang ditandatanganinya bersama perwakilan Belanda. Walaupun perundingan itu semakin menegaskan eksistensi negara Indonesia, tapi sebagian pihak kecewa sebab Belanda hanya mengakui kedaulatan Indonesia sebatas Sumatra, Jawa dan Madura.
Ketika sedang memuncaknya perang Kemerdekaan Indonesia dari tahun 1945 hingga 1949, K.H Agus Salim sudah menginjak usia sepuh. Namun itu semua tak menyurutkan langkahnya untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. K.H Agus Salim berperan penting dalam kancah perjuangan diplomatik. Berkat usahanya, Mesir menjadi negara pertama yang mengakui kedaulatan negara Indonesia, sebelum kemudian menyusul negara-negara Arab lainnya seperti Saudi Arabia, Lebanon, Yaman dan Iraq.
K.H Agus Salim bersama Presiden Soekarno selama pengasingan di Bangka (MuseumTropen.nl)
Adapun beberapa jabatan yang diduduki oleh K.H Agus Salim ialah,
Menjabat Menteri Muda Luar Negeri pada Kabinet Syahrir (1946-1947)
Menteri Luar Negeri, Kabinet Amir Syarifuddin (1948)
Menteri Luar Negeri, Kabinet Hatta (1949)
Jenderal Oerip Soemohardjo
Sebagian orang Indonesia pasti tahu Jenderal Sudirman, Abdul HarisNasution, Ahmad Yani apalagi Jenderal Suharto, tapi tidak banyak yang tahu mengenai Jenderal Oerip Soemohardjo. Padahal dia merupakan beberapa tokoh nasional yang memiliki peranan penting dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia. Salah satu peran peting Oerip ialah dalam pendirian Tentara Nasional Indonesia sebagai angkatan perang republik dalam menghadapi agresi Belanda. Sebagai seorang bekas mayor KNIL (Tentara Kerajaan Hindia Belanda), Jenderal Oerip memiliki kapasitas yang mumpuni untuk memegang pucuk angkatan perang.
Jenderal Oerip Soemohardjo (Domain Umum)
Maka pada 14 Oktober Presiden Soekarno secara resmi menunjuk Oerip sebagai kepala staf dan panglima sementara Tentara Keamanan Rakyat (Nama awal TNI). Namun pada tanggal 12 November 1945, dalam pemilihan panglima angkatan perang Jenderal Oerip kalah dari Sudirman yang kelas menjadi Panglima Besar TNI selama perang kemerdekaan. Jenderal Oerip sendiri diangkat sebagai kepala staf dan menemani Jenderal Soedirman dalam membangun Tentara Nasional Indonesia hingga wafat pada tahun 1948.
Hallo guys…! materi kali ini kita akan membahas beberapa teori masuknya Agama Hindu-Buddha ke Indonesia. kalian pasti tahu atau bahkan pernah melihat Candi Prambanan, Borobudur hingga Istana Ratu Boko. Betapa megah dan luar biasa ya.. bagunan-bagunan itu membuat siapa saja yang melihatnya dibuat takjub. Kalian juga pasti tahu bangunan-bangunan itu adalah tempat suci bagi penganut agama Hindu-Buddha. Tentu saja salah satu bukti bahwa kedua agama ini pernah eksis Indonesia selama kurun wktu 15 abad kurang lebih dari abad ke 1 M hingga abad ke 15 M.
Agama Hindu-Buddha sendiri guys berasal dari negeri India. Tapi ada tapinya nih…. guys, siapa pembawa dan penyebar agama ini di Indonesia masih belum jelas. Para sejarawan masih berdebat tentang siapa pembawa kedua agama ini. Ada kurang lebih empat teori masuknya Agama Hindu-Buddha masuk ke Indonesia. Keempat teori itu ialah Teori Brahmana, Teori Ksatria, Teori Waisya, Teori Sudra. Oke deh… kita akan jelasin buat kalian di bawah ini:
Teori Brahmana
Teori ini menyatakan bahwa kaum Brahmana yang menyebarkan agama Hindu-Buddha di Indonesia. Kaum Brahmana sendiri adalah kaum agamawan dalam agama Hindu. Tentu saja mereka sangat menguasai persoalan agama. Maka tak heran mereka lah satu-satunya kelompok yang mampu menjelaskan konsep agama Hindu-Buddha kepada bangsa Indonesia. J.C van Leur, seorang ilmuwan Belanda merupakan pencetus Teori ini.
F.D.K. Bosch merupakan pencetusnya. Dia berpendapat bahwa banyak dari kaum Ksatria India baik yang melarikan diri akibat kalah perang atau sesuai kehendaknya sendiri datang menaklukan daerah di Indonesia, membangun kerajaan lalu menghindukan penduduknya. Kaum Ksatria sendiri ialah para raja, bangsawan, pangeran, dll.
Tapi teori ini memiliki beberapa kelemahan sebagaimana disebutkan oleh Van Leur,
Tidak ada catatan tertulis mengenai penaklukan wilayah oleh kaum ksatria di Indonesia.
Tidak pernah ditemukan tugu kemenangan atau Jayastamba sebagai bukti penaklukan.
Teori Waisya
Para pedagang India berperan penting dalam penyebaran agama Hindu-Buddha di Indonesia. Para pedagang dalam agama Hindu termasuk kasta Waisya. Oleh karena nya teori ini dinamakan teori Waisya. Adapun beberapa hal yang menguatkan hal ini menurut N.J Krom ialah,
Para pedagang India merupakan golongan terbesar yang datang ke Indonesia.
Kebanyakan para pedagang ini selama berdagang mereka menetap dan berinteraksi dengan penduduk setempat. Salah satu saluran interaksi yang memudahkan penyebaran agama Hindu-Buddha ialah perkawinan. Para pedagang ini menikahi penduduk setempat dan bersamaan itu mereka mengonversi secara perlahan penduduk itu ke dalam agama Hindu.
Teori Sudra
Golongan Sudra merupakan golongan terendah dalam kasta agama Hindu di India. Mereka kemudian berpindah ke Indonesia dengan tujuan untuk mengubah kehidupan menjadi lebih baik. Begitulah bunyi dari Teori Sudra, tapi teori ini banyak mendapat penyangkalan.
Yaps… begitulah guys penjelasan mengenai keempat masuknya agama Hindu-Buddha di Indonesia.
Historiografi? apaan tuh? namanya grafi-grafian gitu… apa mungkin dia masih temenan ama Geografi. aduh…! sumpah baru denger. Pasti kata-kata itulah yang pertama kali yang merasuki pikiran sebagian besar dari kalian. Oke deh…, jadi Historiografi itu ialah segala karya yang dipublikasikan pada masa lampau mengenai sebuah peristiwa. Contohnya kalian pasti tahu kan atau setidaknya pernah mendengar tentang kepahlawanan dan kehebatan Pangeran Diponegoro. Semua kisah kisah itu bisa kita ketahui dari Babad Diponegoro dimana Babad itu ditulis oleh pangeran diponegoro sendiri.
Biar lebih paham dan biar nggak gagal paham juga, kita jelasin lebih rinci deh!. Jadi Historiografi ini terbagi tiga, tradisional, kolonial dan nasional.
Tradisional
Historiografi Tradisional pada intinya ialah suatu peristiwa sejarah ditulis oleh para bangsawan atau pujangga istana. Jadi orang-orang yang menulis sejarah ialah orang-orang yang hidup di sekitaran istana baik pangeran, pujangga keraton atau bahkan raja sendiri.
Ciri-ciri Historiografi Tradisional
Istanasentris, para pelaku sejarah hanya kalangan yang hidup disekitaran Istana seperti Raja, Pangeran, Patih, dll.
Bercampur dengan Mitos, banyak peristiwa sejarah bercampur dengan mitos dan legenda misalnya Raja Singasari dikatakan sebagai keturunan dewa Siwa.
Contoh-contohnya dapat bagi menjadi dua yakni masa Hindu-Buddha dan Islam. Masa Hindu Buddha seperti Negarakertagama, Pararaton dan berbagai naskah yang diawali oleh nama Kakawin, Kidung, dan Carita.
Sementara masa Islam karya-karyanya biasanya memiliki nama awalan Babad, Sajarah, Hikayat seperti Babad Cirebon, Sajarah Banten dan Hikayat Hang Tuah.
Kolonial
Historiografi Kolonial sesuai namanya tentu saja mengartikan peranan yang sangat menonjol dari Bangsa Belanda dalam peristiwa sejarah. Dalam sudut pandang ini Bangsa Belanda adalah di pihak pemenang dan yang benar contohnya Pangeran Diponegoro dan Teuku Umar merupakan pahlawan bagi bangsa Indonesia. Dalam hal ini mereka tak lebih dari pemberontak dan pengacau.
Ciri-Ciri Historiografi Kolonial
Europasentris, Sejarah ditulis oleh orang Belanda sehingga segala peristiwa diambil dari sudut pandang orang Belanda.
Diskriminatif, orang Indonesia dianggap hanya figuran Belanda.
Untuk mengindentifikasi karya-karyanya sangatlah mudah. Kebanyakan karya-karya ini ditulis dalam bahasa Portugis, Belanda dan Inggris seperti Summa Oriental karya Tome Pires, The History of Javakarya Thomas Stamford Raffles danGeschidenis van Indonesiakarya H.J De Graaf
Historiografi Nasional
Historiografi Nasional lahir setelah Indonesia merdeka bertujuan untuk merintis penulisan sejarah yang menunjukan jatidiri bangsa serta memberikan legistimasi bagi keberadaan bangsa Indonesia yang selama terjajah.Seminar Nasional Sejarah Pertama di Yogyakarta pada tahun 1955 merupakan usaha pertama menuju kebangkitan penulisan sejarah nasional.
Contohnya ialah Buku Sejarah Nasional Indonesia yang ditulis oleh beberapa sejarawan besar seperti Sartono Kartodirjo.
TEKA TEKI MATERI
Jawab pertanyaan di bawah ini dan cari jawabanya pada kotak huruf diatas. Setelah kalian menemukan jawabanya coba kalian garis bawahi dan tulis jawabannya di buku kalian!
segala karya yang dipublikasikan pada masa lampau mengenai sebuah peristiwa adalah ….
Istanasentris adalah salah satu ciri dari Historiografi …..
Selalu menekankan peran orang Eropa dan Belanda salah satu ciri Historiografi …..
Buku Sejarah Nasional Indonesia merupakan salah satu ciri dari Historiografi …
Salah contoh Historiografi Tradisional ialah Babad ….
“Orang Kaya hanya berhak mengorganisasi mereka untuk perang. Penghasilan Orang Kaya kebanyakan dari perdagangan dan bea-cukai, seperti sang raja sendiri. Khususnya ketika hasil-hasil perkebunan di pesisiran menjadi monopoli VOC.”
Biasanya setiap tahun Majalah Forbes, sebuah majalah bisnis dan finansial yang berbasis di Amerika Serikat merilis daftar orang terkaya dunia. Nama-nama pengusaha kondang dunia seperti Taipan Teknologi dunia Bill Gates, Centi-Miliarder Jeff Bezos, dan CEO Zoom Eric Yuan selalu muncul mengisi daftar teratas orang terkaya dunia. Juga upamanya di Indonesia Forbes sering merilis daftar orang paling kaya Indonesia. Untuk tahun 2020 ini Budi Hartono muncul sebagai orang paling kaya di Indonesia. Perhitungan harta kekayaan seseorang sendiri didasarkan pada aset, harta turun temurun dan juga saham si-miliuner pun ikut dihitung.
Singkatnya orang kaya baik di dunia maupun Indonesia ialah mereka yang memiliki begitu banyak uang baik dalam bentuk aset maupun saham. Dalam konteks Sejarah Indonesia, golongan orang kaya sendiri sebenarnya sudah muncul sejak beberapa abad lalu. Orang Kaya di abad yang lalu merujuk pada elite kerajaan pesisiran. Kerajaan Pesisiran sendiri ialah jenis kerajaan yang terletak di tepian pantai dan hidup dari perdagangan, bea-cukai dan ekspor. Malaka, Aceh, Banten, Demak dan Makassar masuk dalam daftar kerajaan jenis itu.
Menurut sejarawan Ong Hok Ham (2018:48) dalam hubungan dengan rakyat, Orang Kaya hanya berhak mengorganisasi mereka untuk perang. Penghasilan Orang Kaya kebanyakan dari perdagangan dan bea-cukai, seperti sang raja sendiri. Khususnya ketika hasil-hasil perkebunan di pesisiran menjadi monopoli VOC. Dalam tulisan singkat ini, kita akan mengupas sedikit mengenai para Orang Kaya di beberapa kerajaan pesisir Nusantara.
Orang Kaya di Kesultanan Aceh
Para Orang Kaya di Kesultanan Aceh memiliki strata sosial tersendiri yang khas juga unik. Mereka tampak sangat menguasai kegiatan ekonomi dan memiliki hubungan dagang yang cukup erat dengan para pedagang China dan India. Jika ada permasalahan atau persengketaan diantara masyarakat mereka akan bersidang dan memutuskan penyelesaian masalah itu. Untuk membedakan diri dari rakyat biasa, para Orang Kaya biasa untuk membiarkan kuku ibu jari dan kelingking tumbuh, tanda mereka tak boleh kerja dengan tangan (Denys Lombard, 2014:90).
Terkadang golongan Orang Kaya ini berkuasa amat dominan jika yang berkuasa ialah seorang sultan yang lemah. Sultan ‘Ala ad-Din Ri’ayat Syah yang sudah tua naik tahta berkat bantuan para Orang Kaya. Mereka pikir Sultan yang sudah tua itu akan lemah dan tunduk pada mereka. Tapi tanpa diduga justru Sultan tua itu malah membantai dan mengganti mereka dengan kelompok baru. Kelompok baru yang tentu saja pandai menyenangkan hati Sultan dan mengembalikan ketertiban.
Sultan Iskandar Muda yang membawa Aceh pada puncak kegemilangan pun coba mengebiri peran para Orang Kaya. Dia mengangkat para Orang Kaya baru dan melarang mereka memiliki Tentara pribadi dengan senjata tradisional dan modern (Ong Hok Ham, 2018:48). Tapi setelah Sultan Iskandar Muda wafat, kebanyakan para penggantinya adalah para Sultan yang lemah. Tak heran, para Orang Kaya akan terus berkuasa hingga pendudukan Belanda di abad 19.
Berlainan dengan di Aceh, para Orang Kaya di Banten lebih dikenal sebagai Para Ponggawa. Peran para ponggawa ini pun amat mirip dengan para Orang Kaya di Aceh. Para Ponggawa di Banten dianggap bukan bangsawan biasanya bergelar tumenggung, Kiai Patih. Mereka mengawasi semua urusan pemerintahan termasuk pejabat-pejabat yang paling tinggi dalam bidang ekonomi, seperti syahbandar, kepala pabean, kepala timbangan umum, yang biasanya orang asing. Singkatnya semua orang yang memperkaya diri dengan menarik pajak atas kegiatan perdagangan (Claude Guillot, 2008:109).
Seorang ponggawa (Orang Kaya) yang bertindak sebagai Waliraja di Banten bersama seorang Qadhi sedang mengadili sebuah perkara. Sumber : Claude Guillot. Banten Sejarah dan Peradaban Abad X – XVII. Jakarta:KPG. 2008
Tahun 1596, Maulana Muhammad, Sultan Banten wafat dalam pengepungan Palembang, sedangkan pewaris tahta-nya masih balita. Salah seorang ponggawa yang memegang jabatan Perdana Menteri dengan dibantu Qadi bertidak sebagai Waliraja. Tahun 1602 Waliraja wafat tapi penggantinya seorang yang lemah. Maka terjadi perselisihan diantara para ponggawa dan bangsawan. Para ponggawa menginginkan waliraja yang tunduk pada mereka. Sementara para bangsawan sudah tidak ingin lagi dipimpin oleh para ponggawa yang bukan bangsawan. Perang berakhir dengan terasingkannya enam hingga delapan ribu ponggawa ke Jakarta.
Dengan menghilangnya para ponggawa otomatis ekonomi Banten menjadi terpusat pada raja tidak lagi bertumpu pada para ponggawa. Claude Guilllot menganggap ini sebagai politik bunuh diri. Banten tidak lagi menjadi pelabuhan yang bebas bagi para pedagang dan berubah dalam beberapa dasawarsa menjadi kerajaan pertanian.
Para Orang Kaya di Banda
Orang-orang Kaya di Kepulauan Maluku memiliki peran dominan dalam perdagangan rempah-rempah. Dalam buku Bescryving Oud en Nieuw Oost-Indien, Francois Valentijn sering menyinggung peran Orang Kaya dalam hubungan perdagangan rempah-rempah diantara orang setempat dan VOC. Tapi pada permulaan kedatangan orang Belanda di Maluku, para Orang Kaya ini sempat dihabisi oleh VOC. Para Orang Kaya Banda lah yang mengalami nasib nahas itu. (Hendri F. Isnaeni, “Genosida VOC”, historia.id, 2010).
Pada tahun 1921, Jan Pieterszoon Coen mengirim armada besar ke Pulau Banda dan membantai habis hampir seluruh Orang Kaya Banda beserta penduduknya. Kekejaman JP Coen ini disinyalir akibat dari dendam yang ia miliki pada orang Banda. Konon, sepuluh tahun sebelumnya Coen pernah mengunjungi Banda beserta rombongannya. Tapi orang-orang Banda malah membantai rombongannya, beruntungnya Coen bisa melarikan diri dengan selamat.