Danil Kasputra
Historiografi? apaan tuh? namanya grafi-grafian gitu… apa mungkin dia masih temenan ama Geografi. aduh…! sumpah baru denger. Pasti kata-kata itulah yang pertama kali yang merasuki pikiran sebagian besar dari kalian. Oke deh…, jadi Historiografi itu ialah segala karya yang dipublikasikan pada masa lampau mengenai sebuah peristiwa. Contohnya kalian pasti tahu kan atau setidaknya pernah mendengar tentang kepahlawanan dan kehebatan Pangeran Diponegoro. Semua kisah kisah itu bisa kita ketahui dari Babad Diponegoro dimana Babad itu ditulis oleh pangeran diponegoro sendiri.
Biar lebih paham dan biar nggak gagal paham juga, kita jelasin lebih rinci deh!. Jadi Historiografi ini terbagi tiga, tradisional, kolonial dan nasional.
Tradisional
Historiografi Tradisional pada intinya ialah suatu peristiwa sejarah ditulis oleh para bangsawan atau pujangga istana. Jadi orang-orang yang menulis sejarah ialah orang-orang yang hidup di sekitaran istana baik pangeran, pujangga keraton atau bahkan raja sendiri.
Ciri-ciri Historiografi Tradisional
- Istanasentris, para pelaku sejarah hanya kalangan yang hidup disekitaran Istana seperti Raja, Pangeran, Patih, dll.
- Bercampur dengan Mitos, banyak peristiwa sejarah bercampur dengan mitos dan legenda misalnya Raja Singasari dikatakan sebagai keturunan dewa Siwa.
Contoh-contohnya dapat bagi menjadi dua yakni masa Hindu-Buddha dan Islam. Masa Hindu Buddha seperti Negarakertagama, Pararaton dan berbagai naskah yang diawali oleh nama Kakawin, Kidung, dan Carita.
Sementara masa Islam karya-karyanya biasanya memiliki nama awalan Babad, Sajarah, Hikayat seperti Babad Cirebon, Sajarah Banten dan Hikayat Hang Tuah.
Kolonial
Historiografi Kolonial sesuai namanya tentu saja mengartikan peranan yang sangat menonjol dari Bangsa Belanda dalam peristiwa sejarah. Dalam sudut pandang ini Bangsa Belanda adalah di pihak pemenang dan yang benar contohnya Pangeran Diponegoro dan Teuku Umar merupakan pahlawan bagi bangsa Indonesia. Dalam hal ini mereka tak lebih dari pemberontak dan pengacau.
Ciri-Ciri Historiografi Kolonial
- Europasentris, Sejarah ditulis oleh orang Belanda sehingga segala peristiwa diambil dari sudut pandang orang Belanda.
- Diskriminatif, orang Indonesia dianggap hanya figuran Belanda.
Untuk mengindentifikasi karya-karyanya sangatlah mudah. Kebanyakan karya-karya ini ditulis dalam bahasa Portugis, Belanda dan Inggris seperti Summa Oriental karya Tome Pires, The History of Java karya Thomas Stamford Raffles dan Geschidenis van Indonesia karya H.J De Graaf
Historiografi Nasional
Historiografi Nasional lahir setelah Indonesia merdeka bertujuan untuk merintis penulisan sejarah yang menunjukan jatidiri bangsa serta memberikan legistimasi bagi keberadaan bangsa Indonesia yang selama terjajah. Seminar Nasional Sejarah Pertama di Yogyakarta pada tahun 1955 merupakan usaha pertama menuju kebangkitan penulisan sejarah nasional.
Contohnya ialah Buku Sejarah Nasional Indonesia yang ditulis oleh beberapa sejarawan besar seperti Sartono Kartodirjo.
TEKA TEKI MATERI

- segala karya yang dipublikasikan pada masa lampau mengenai sebuah peristiwa adalah ….
- Istanasentris adalah salah satu ciri dari Historiografi …..
- Selalu menekankan peran orang Eropa dan Belanda salah satu ciri Historiografi …..
- Buku Sejarah Nasional Indonesia merupakan salah satu ciri dari Historiografi …
- Salah contoh Historiografi Tradisional ialah Babad ….
