Danil Kasputra
Kalian semua tentu nya tahu dengan negara Vietnam. Salah satu negara Asia Tenggara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi paling dinamis di abad 21. Tapi tahukah kalian bahwa selama pertengahan abad ke 20, Vietnam menjadi salah satu wilayah konflik paling mematikan di muka bumi. Bahkan negara Vietnam sendiri terpecah menjadi dua negara, satu di utara bernama Republik Demokratik Vietnam atau akrab disebut Vietnam Utara. Satu-nya lagi di selatan biasa disebut sebagai Republik Vietnam atau Vietnam Selatan.
Latar Belakang Perang Vietnam
Hingga tahun 1950-an, wilayah Vietnam saat ini ditambah Laos dan kamboja merupakan wilayah jajahan Perancis dengan nama Indochina Perancis. Pada tahun 1956, Tentara Perancis mengalami kekalahan dalam pertempuran Dien Bien Phu yang mengakhiri penjajahan Perancis di Indochina.
Seusai kekalahan Perancis diadakan konferensi Jenewa disana dinyatakan bahwa Vietnam secara resmi dibagi menjadi dua negara. Satu negara Komunis di utara bernama Republik Demokratik Vietnam yang didukung Uni Soviet, Republik Rakyat China dan Korea Utara. Satu lagi sebuah negara demokratis pro-Barat di selatan didukung Amerika Serikat dan negara barat.
Persetujuan Jenewa nyatanya bukan akhir dari sebuah konflik tapi merupakan permulaan satu konflik lainnya yang letupan amat besar juga mematikan. Pembagian Vietnam malah melahirkan konflik baru yaitu perang Vietnam yang berlangsung selama 18 tahun (1957-1975).
- Masa Reformasi: Pemerintahan Presiden B.J. Habibie (1)
- Kolonialisme dan Imperialisme: Pengertian dan Asal Mulanya
- Manusia Purba di Indonesia: Jenis-jenis hingga Ciri-Cirinya
Perang Vietnam
Perang Vietnam merupakan salah konflik paling mematikan selama perang dingin. Vietnam menjadi tempat pertempuran besar dua ideologi besar yang saling bersebrangan yakni ideologi komunis dan liberal.
Kaum komunis di utara mendapat bantuan baik militer maupun persenjataan dari sekutu komunisnya seperti Uni Soviet, Republik Rakyat China, Korea Utara, Kuba dan Mongolia.
Sementara kaum liberal pro-barat mendapat sokongan kuat dari Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand, Australia, Selandia Baru dan Philiphina.
Hampir dua juta orang baik sipil maupun militer tewas selama perang ini. Jutaan orang Vietnam mencari suaka hingga bahkan melarikan diri dengan perahu-perahu kecil keluar dari Vietnam. Banyak dari mereka lari ke Amerika Serikat, Australia dan negara-negara barat lainnya atau ditampung sebagai pengungsi perang di negara-negara Asia Tenggara lain. Salah satu tempat penampungan para pengungsi Vietnam di Indonesia yang paling terkenal ialah pulau Galang di Batam.
Kekalahan Vietnam Selatan
Perang Vietnam berakhir dengan jatuhnya ibu kota Vietnam Selatan, Saigon ke tangan pasukan komunis Vietnam Utara sekaligus menandai kekalahan Vietnam Selatan. 30 April 1975 menandai reunifikasi kembali Vietnam di bawah pihak komunis. Kejatuhan Vietnam Selatan menjadi salah satu peristiwa memalukan bagi Amerika Serikat sebagai negara adidaya.
Latihan

