Danil Kasputra
Oke… sob sekalian, kalian semua pasti tahu atau setidaknya pernah tuh mendengar tentang manusia purba. Yah… dalam benak kalian pastinya manusia purba ini masih primitif, hobinya berburu dan masih belum mengenal pakaian. Pokoknya masih jauh ketinggalan zaman dan hidupnya di gua-gua. Gambaran itu memang sebagian benar tapi juga ada salahnya. Jadi, manusia purba juga walau mereka primitif tapi dalam berbagai hal mereka juga telah mengembangkan budaya walau masih dalam tingkat yang amat rendah. Nah… disini biar nggak berlama-lama kita akan mempelajari beberapa manusia purba yang pernah hidup di Indonesia.
Megantropus Paleojavanicus
Ini salah satu manusia purba tertua yang pernah ditemukan di Indonesia juga Dunia. Megantropus Paleojavanicus yang berarti Manusia Besar Tua dari Java pertama kali ditemukan oleh von Koeningswald di Sangiran, Lembah Sungai Bengawan Solo pada tahun 1941. Manusia jenis ini masih menyerupai kera terlihat dari bentuk rahang mereka. Tapi secara budaya mereka telah lebih canggih dimana mereka berhasil mengembangkan peradaban Paleolithikum.

Paleolithikum sendiri ialah zaman yang berlangsung sekitar 600.000 tahun silam. Pada zaman ini manusia termasuk Megantropus masih hidup dalam tahap yang sederhana. Adapun ciri-ciri budaya manusia zaman ini yaitu,
- Kehidupan manusia masih nomaden atau berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
- Kegiatan manusia masih food gathering yakni mengumpulkan makanan dengan cara berburu, menangkap ikan, mengumpulkan ubi dan buah buahan.
- Batu atau kapak yang masih kasar digunakan untuk berburu.
- Beberapa Teori Masuknya Agama Hindu Buddha ke Indonesia
- Masa Reformasi: Pemerintahan Presiden B.J. Habibie (1)
Pithecantropus Mojokertensis
Manusia purba ini hampir menyerupai Megantropus dan sama-sama ditemukan oleh von Koeningswald pada tahun 1936. Lokasi penemuannya di Lembah Sungai Brantas. Secara budaya Pithecantropus Mojokertensis nampaknya hidup satu zaman dengan Megantropus Paleojavanicus.

Pithecantropus Erectus
Eugene Dubois pada tahun 1890 di Trinil, Lembah Sungai Bengawan Solo menemukan sebuah fosil manusia purba. Fosil temuannya ini kemudian dia beri nama Pithecantropus Erectus (Manusia Kera yang berdiri tegak). Manusia jenis ini juga memiliki beberapa ciri yang membedakannya dengan manusia modern, yakni:
- Volume otak kepalanya masih 900 cc, sedangkan manusia modern memiliki volume otak lebih dari 1000 cc. Maka mudah diperkirakan bahwa kemampuan berfikir manusia jenis ini masih terbilang rendah.
- Secara budaya manusia jenis ini hidup dalam zaman Paleolithicum sezaman dengan Megantropus dan Pithecantropus Mojokertensis.

Homo Soloensis
Hidup dalam zaman Paleolithikum akhir, Homo Soloensis amat berbeda jauh dengan Megantropus dan Pithecantropus. Bahkan sebagian ilmuwan menganggap mereka sebagai Homo Sapiens karena hampir menyerupai bentuk manusia modern. Homo Soloensis sendiri ditemukan oleh Ter Haar dan Oppernoorth di Lembah Sungai Bengawan Solo sehingga namanya Homo Soloensis yang berrarti manusia solo.
Tebak Kata
- Zaman dimana Megantropus dan Pithecantropus hidup? P _ L _ O L _ T H _ _ U M
- Megantropus Paleojavanicus ditemukan oleh seorang ilmuwan bernama? _ O N _ O E _ _ N G S _ _ _ _
- Manusia yang berdiri tegak dinamakan P _ T _ E _ A _ T _ O _ P _ S E _ E _ T _ S
- Pithecantropus Erectus ditemukan oleh? E _ G _ _ E D _ B _ _ S
- Homo Soloensis ditemukan oleh? T _ _ H _ _ R
