Danil Kasputra
“Lebih dari 2.200 atlet dari 48 negara di Asia, Afrika, Amerika Latin dan Eropa berpartisipasi dalam GANEFO. Sebuah olimpiade tandingan ciptaan Sukarno.”
The Games of The New Emerging Forces (Ganefo) sebenarnya sebuah pesta olahraga yang luar biasa besar dan meriah. Ribuan atlet dari negara Asia, Afrika, Amerika Latin dan Eropa berpartisipasi dalam event ini. Sayangnya akibat konflik Indonesia dengan IOC (Komite Olimpiade Internasional) terkait masalah Taiwan dan Israel dalam Asian Games tahun 1962, IOC memarjinalkan pesta olahraga ini. Meski begitu, penyelenggaraan Ganefo tetap semarak dengan banyaknya rekor dunia dan nasional yang tercipta.
Permulaan Penuh Tantangan
Pada mulanya penyelenggaraan GANEFO banyak menimbulkan tantangan. Tantangan ini hadir terutama dalam IOC selaku dewan komite olimpiade internasional. IOC masih mempermasalahkan perlakuan Indonesia yang melarang delagasi atlet dari Israel dan Taiwan untuk ambil bagian dalam Asian Games Jakarta tahun sebelumnya. Alasan Indonesia karena simpati terhadap negara-negara Arab dan Tiongkok yang bermasalah dengan Israel dan Taiwan, tak mudah diterima oleh IOC. Akibatnya, sebagaimana ditulis Kobierrecki (2016:115) jurnalnya Sport as a Tool of Building Political Alliances: The Case of the Games of New emerging Forces (GANEFO) bahwa IOC akan mendiskualifikasi para atlet yang ikut bertanding dalam GANEFO.
Tapi ini tidak menciutkan nyali Indonesia, Ganefo terus berjalan. Segala persiapan dilakukan. Meski, hampir 20% partisipan Indonesia atau China mengirimkan tidak lebih dari lima atau enam atlet. Negara-negara semacam Uni Soviet, Cekoslowakia, Polandia, Perancis dan Jerman Timur hanya mengirimkan atlet tak resmi tidak mencangkup atlet nomor wahid yang mereka miliki (Kobierrecki, 2016:115). Hal ini tentu saja akibat ketakutan turunnya sanksi IOC.
Penyelenggaraan Semarak
Lebih dari 2.200 atlet dari 48 negara di Asia, Afrika, Amerika Latin dan Eropa berpartisipasi dalam event ini. Benua Asia terwakili oleh Indonesia, China, Iraq, Filiphina, Laos, dll. Sementara Al Jazair, Mali, Republik Arab Bersatu (Nama Mesir hingga tahun 1971), serta Tunisia mewakili Benua Afrika. Negara-negara Amerika Latin seperti Argentina, Brazil, Uruguay, juga ikut turut serta. Para peserta dari Benua Eropa sebagian besar berasal dari negeri negeri Sosialis seperti Uni Soviet, Polandia, Bulgaria, dll.

Sumber: GANEFO I Djakarta 10-22-Nop.1963
Pada tanggal 10 November 1963 bertepatan dengan hari pahlawan di Indonesia, Presiden Sukarno resmi membuka pesta olahraga The Games of The New Emerging Forces yang pertama di Jakarta. Nyali api olimpiade menandai permulaan dari event ini. Tentu saja ribuan orang memadati Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno yang baru saja selesai pembangunanya dua tahun lalu. Puluhan bendera negara-negara peserta pesta olahraga ini juga berkibar mewarnai semaraknya pesta akbar ini.
Sumber: GANEFO I Djakarta 10-22-Nop.1963

Sumber: GANEFO I Djakarta 10-22-Nop.1963

Sumber: GANEFO I Djakarta 10-22-Nop.1963

Sumber: GANEFO I Djakarta 10-22-Nop.1963

Sumber: GANEFO I Djakarta 10-22-Nop.1963
Rekor-rekor
Meskipun sempat mengalami intimidasi dari IOC, penyelenggaraan GANEFO tetap meriah. Rekor-rekor dunia banyak tercipta. Menurut buku GANEFO I Djakarta 10-22-Nop. 1963, Republik Rakyat China dan Republik Demokratik Korean mendominasi event ini dengan lima rekor dunia baru. Rekor-rekor itu tercipta pada trek, lapangan, angkat besi dan panahan. Lebih keren lagi, Sim Kim Dan dari Korea Utara memecahkan dua rekor dunia lari wanita 400 m dan 800 m. Republik Rakyat China juga mampu menciptakan 60 rekor nasional pada menembak, panahan, angkat besi, lari tek dan lapangan.

Sumber: GANEFO I Djakarta 10-22-Nop.1963

Sumber: GANEFO I Djakarta 10-22-Nop.1963

Sumber: GANEFO I Djakarta 10-22-Nop.1963

Sumber: GANEFO I Djakarta 10-22-Nop.1963
Persaudaraan antar Bangsa
Pelaksanaan Ganefo juga tidak hanya sekedar kompetisi olahraga di antara negara-negara pesertanya. Tapi jauh dari itu semua, event ini berupaya untuk mempererat hubungan persahabatan dan keakraban di antara semua bangsa. Bahkan buku GANEFO I Djakarta 10-22-Nop. 1963 yang diterbitkan oleh Republik Rakyat China menegaskan perlunya solidaritas bangsa Asia, Afrika, Amerika Latin dan Eropa dalam menentang imperialisme lama dan baru. Tak heran poster-poster GANEFO banyak memberikan gambaran pada hal itu. Lalu selama jalannya penyelenggaraan kita juga banyak disuguhkan pemandangan keakraban dan kedekatan diantara para atlet dari berbagai negara.

Sumber: GANEFO I Djakarta 10-22-Nop.1963

Sumber: GANEFO I Djakarta 10-22-Nop.1963

Sumber: GANEFO I Djakarta 10-22-Nop.1963
Akhir Penyelenggaraan
22 november 1963 mengakhiri dua belas hari gelaran pesta olahraga The Games of New Emerging Forces (GANEFO). Tiongkok muncul sebagai juara umum. Uni Soviet dan Republik Arab Bersatu (Mesir) menyusul di tempat kedua dan ketiga. Sementara tuan rumah Indonesia menempati posisi keempat. Presiden Soekarno mewakili Indonesia selaku tuan rumah didaulat menutup event ini. Rencananya Republik Arab Bersatu (Mesir) akan menyelenggarakan GANEFO berikutnya tahun 1967 dengan bertindak sebagai tuan rumah.

Sumber: GANEFO I Djakarta 10-22-Nop.1963

