Risalah Cinta Untuk Aliyeva

“Aliyeva Dahma Megumi, Anugrah terindah Allah untuk kita berdua.”

Aliyeva Dahma Megumi begitulah nama lengkap yang kami berikan kepadamu. Meskipun sungguh tak sempurna tapi itulah yang ayah bundamu rasa sebagai nama yang sebaik-baiknya untukmu. Di dalamnya terkandung doa dan harapan dari ayah dan bundamu agar kelak suatu hari nanti kau tumbuh menjadi seorang anak yang berbakti, berakhlakul karimah serta bermanfaat bagi sesamamu dan kau juga tumbuh menjadi seorang gadis yang berpengetahuan luas seperti halnya Imam Ali Karamallahu Wajhah, salah satu dari empat orang Khalifah Rasyidin.

Itulah alasan mengapa ayah dan bundamu melekatkan nama Ali di depan namamu. Walaupun nama itu sekilas sangat tak nampak. Karena ayah memberi Ali pada namamu dengan pelafalan yang berbeda. Pelafalan Ali pada namamu itu bukan dalam bahasa Arab sebagaimana yang orang-orang ketahui akan tetapi dalam pelafalan bahasa Rusia. Orang Rusia melafalkan nama Ali dengan Aliyev dan bagi seorang perempuan pelafalannya menjadi Aliyeva. Jadi dari sanalah nama Aliyeva mu berasal. 

Bukan tanpa alasan ayah dan bundamu menamaimu Ali. Imam Ali nanti suatu saat kau akan mengetahuinya selain sahabat, sepupu juga sekaligus menantu Rasullulah, Nabi kita yang suci beliau juga adalah salah seorang sangat soleh lagi berilmu di kalangan para sahabat Nabi. Bahkan saking berilmunya Rasullulah saja memujinya sebagai Gerbang Ilmu atau Pintu Ilmu. Maka dari sebab itu dengan memberi nama Ali di depan namamu Ayah dan Bundamu berharap kelak kau akan menjadi seorang yang berilmu dan berpengetahuan luas. Engkau pun akan tumbuh menjadi seorang pembelajar yang tak kenal lelah.

Untuk nama tengahmu Dahma Ayah teringat sesosok wanita yang sangat berpengetahuan luas di masa kebesaran Islam di zaman Dinasti Abbasiyah. Namanya Dahma binti Yahya. Dahma dikenal sebagai seorang muslimah yang sangat berpengetahuan luas di bidang ilmu Fiqh bahkan dia juga berhasil menuliskan beberapa buah kitab. Selain itu konon Dahma juga menekuni bidang ilmu kimia. Maka dari itulah Ayah dan Bundamu memasukan nama Dahma sebagai nama tengahmu.

Nak… dunia ini luas banyak hal yang bisa kau gali banyak hal yang bisa kau cari juga banyak hal yang bisa kau temui. Nama depan dan tengahmu adalah nama nama para ahli ilmu. Sekali lagi itu adalah doa agar engkau melesat terbang tinggi menyusuri luasnya pengetahuan. Engkau juga boleh nak malah ayah dan bundamu sangat senang jika engkau bermimpi mencari pengetahuan ke negeri-negeri nan jauh disana seperti Kairo, Leiden, London, maupun Moskow.

Terakhir nama Megumi itu ayah dan bundamu ambil dari bahasa Jepang. “Berkah” adalah arti dari kata itu. Karena kehadiranmu sangat membawa berkah serta kebahagian bagi ayah dan bundamu. Dari nama itu juga ayah dan bundamu harap engkau akan membawa keberkahan bagi sesamamu, menjadi seseorang yang kehadirannya sangat dirindukan bahkan dinantikan. Jadi dari namamu Aliyeva Dahma Megumi doa ayah dan bunda ialah engkau akan tumbuh jadi seorang yang sangat berilmu dan berpengetahuan luas tapi juga penuh membawa keberkahan.

Perjumpaan denganmu

Perjuangan bertemu denganmu sungguh tidak mudah rasanya engkau baru kemarin dilahirkan ke dunia ini. Ayah dan Bunda masih teringat kala hembusan nafas pertamamu di dunia kau tidak menangis sama sekali. Sentilan jari dokter pada kakimu lah justru yang membuatmu menangis dan itu jadi tangisan pertamamu di dunia.

Suka cita menyambut kelahiranmu tidak hanya milik ayah dan bundamu saja kedua kakek dan nenekmu pun merasakan hal yang sama. Bahkan kakekmu dari Ayah sebut saja kakek Logam menunggu-nunggu kelahiranmu dari luar pojok parkiran. Apabila engkau bertanya kok.. kakek tidak ikut masuk saja? Kamu harus tahu rumah sakit dimana engkau dilahirkan melarang orang lain selain ayah dan bundamu masuk. Sementara itu kakek dan nenekmu dari Ibu kau bisa sebut Kakek dan Nenek Rumbia tak sabar menunggu di rumah rumah pamanmu, wa oni.

Ayah dan Bunda lalu membawamu ke rumah kakek dan nenekmu di Pacet. Suatu wilayah di pojokan Bandung yang hijau dengan pamatang sawah serta semilir udara yang sejuk setiap hari di tempat itu di bawah sinar sang surya dengan tiada berpakaian sehingga amat nampak kulit halusmun kau berjemur agar tubuhmu senantiasa sehat. Dan kau memang tumbuh menjadi seorang anak yang sehat lucu serta menggemaskan.

Bundamu kadang berfikir sepertinya kau tumbuh terlalu cepat mula mula kau belajar membuka mata, mengenal orang-orang disekitarmu, mendengarkan suara mereka, mengangkat kepalamu, hingga di usia menginjak empat bulan kau tengkurep meskipun kau mesti kesusahan untuk mengangkat pantatmu yang besar. Kau terus tumbuh begitu cepat di usia lima bulan kau telah merangkak maju dan mundur dan di usia bulan keenam merangkakmu sudah begitu lincah. Pada saat usiamu telah menginjak tujuh dan delapan bulan kau bahkan telah terbiasa duduk dan setapak demi setapak kau berusaha untuk berjalan yang masih kau terus asah hingga kini.

Nak… atau Ceu sebagaimana bunda memanggilmu masih banyak kata kata yang ingin ayah dan bunda tuliskan disini. Tapi ayah dan bunda pikir lebih nanti saja saat kau beranjak dewasa. Tapi yang pasti saat kau lahir dan ayah serta bunda jadi orang tua bagimu. Ayah dan Bunda tidak tahu bagaimana caranya menjadi orang tua, namun saat kau tumbuh bersama kami. Ayah dan Bunda belajar banyak hal dari mu. Engkau adalah anugrah terindah dari Allah bagi kami.    

Profil Penulis

Danil Kasputra

Seorang penikmat buku-buku Sejarah dan senang menulis.
Facebook
Twitter
LinkedIn
Instagram
Youtube