/**
* Twenty Twenty-Five functions and definitions.
*
* @link https://developer.wordpress.org/themes/basics/theme-functions/
*
* @package WordPress
* @subpackage Twenty_Twenty_Five
* @since Twenty Twenty-Five 1.0
*/
// Adds theme support for post formats.
if ( ! function_exists( 'twentytwentyfive_post_format_setup' ) ) :
/**
* Adds theme support for post formats.
*
* @since Twenty Twenty-Five 1.0
*
* @return void
*/
function twentytwentyfive_post_format_setup() {
add_theme_support( 'post-formats', array( 'aside', 'audio', 'chat', 'gallery', 'image', 'link', 'quote', 'status', 'video' ) );
}
endif;
add_action( 'after_setup_theme', 'twentytwentyfive_post_format_setup' );
// Enqueues editor-style.css in the editors.
if ( ! function_exists( 'twentytwentyfive_editor_style' ) ) :
/**
* Enqueues editor-style.css in the editors.
*
* @since Twenty Twenty-Five 1.0
*
* @return void
*/
function twentytwentyfive_editor_style() {
add_editor_style( get_parent_theme_file_uri( 'assets/css/editor-style.css' ) );
}
endif;
add_action( 'after_setup_theme', 'twentytwentyfive_editor_style' );
// Enqueues style.css on the front.
if ( ! function_exists( 'twentytwentyfive_enqueue_styles' ) ) :
/**
* Enqueues style.css on the front.
*
* @since Twenty Twenty-Five 1.0
*
* @return void
*/
function twentytwentyfive_enqueue_styles() {
wp_enqueue_style(
'twentytwentyfive-style',
get_parent_theme_file_uri( 'style.css' ),
array(),
wp_get_theme()->get( 'Version' )
);
}
endif;
add_action( 'wp_enqueue_scripts', 'twentytwentyfive_enqueue_styles' );
// Registers custom block styles.
if ( ! function_exists( 'twentytwentyfive_block_styles' ) ) :
/**
* Registers custom block styles.
*
* @since Twenty Twenty-Five 1.0
*
* @return void
*/
function twentytwentyfive_block_styles() {
register_block_style(
'core/list',
array(
'name' => 'checkmark-list',
'label' => __( 'Checkmark', 'twentytwentyfive' ),
'inline_style' => '
ul.is-style-checkmark-list {
list-style-type: "\2713";
}
ul.is-style-checkmark-list li {
padding-inline-start: 1ch;
}',
)
);
}
endif;
add_action( 'init', 'twentytwentyfive_block_styles' );
// Registers pattern categories.
if ( ! function_exists( 'twentytwentyfive_pattern_categories' ) ) :
/**
* Registers pattern categories.
*
* @since Twenty Twenty-Five 1.0
*
* @return void
*/
function twentytwentyfive_pattern_categories() {
register_block_pattern_category(
'twentytwentyfive_page',
array(
'label' => __( 'Pages', 'twentytwentyfive' ),
'description' => __( 'A collection of full page layouts.', 'twentytwentyfive' ),
)
);
register_block_pattern_category(
'twentytwentyfive_post-format',
array(
'label' => __( 'Post formats', 'twentytwentyfive' ),
'description' => __( 'A collection of post format patterns.', 'twentytwentyfive' ),
)
);
}
endif;
add_action( 'init', 'twentytwentyfive_pattern_categories' );
// Registers block binding sources.
if ( ! function_exists( 'twentytwentyfive_register_block_bindings' ) ) :
/**
* Registers the post format block binding source.
*
* @since Twenty Twenty-Five 1.0
*
* @return void
*/
function twentytwentyfive_register_block_bindings() {
register_block_bindings_source(
'twentytwentyfive/format',
array(
'label' => _x( 'Post format name', 'Label for the block binding placeholder in the editor', 'twentytwentyfive' ),
'get_value_callback' => 'twentytwentyfive_format_binding',
)
);
}
endif;
add_action( 'init', 'twentytwentyfive_register_block_bindings' );
// Registers block binding callback function for the post format name.
if ( ! function_exists( 'twentytwentyfive_format_binding' ) ) :
/**
* Callback function for the post format name block binding source.
*
* @since Twenty Twenty-Five 1.0
*
* @return string|void Post format name, or nothing if the format is 'standard'.
*/
function twentytwentyfive_format_binding() {
$post_format_slug = get_post_format();
if ( $post_format_slug && 'standard' !== $post_format_slug ) {
return get_post_format_string( $post_format_slug );
}
}
endif;
“Menurut teori ini, Islam pertama kali tiba di wilayah Indonesia pada abad ke-13 M melalui pedagang Muslim dari India, khususnya Gujarat.” Tiada yang tahu secara pasti kapan dan oleh siapa agama Islam pertama kali di bawa ke Kepulauan Indonesia. Dokumen dan catatan yang ada tidak pernah mampu mengungkap secara jelas terkait proses itu. Hal ini lantas memicu para ahli untuk mengeluarkan beragam teori tentang proses Islamisasi di Indonesia. Ada empat teori yang selama ini dikenal yaitu Teori Gujarat, Teori Persia, Teori Arab dan Teori China. Pendapat tentang teori masuknya Islam ke Indonesia melalui Gujarat merupakan salah satu pendekatan yang menarik dalam memahami sejarah agama Islam di Nusantara. Menurut teori ini, Islam pertama kali tiba di wilayah Indonesia pada abad ke-13 M melalui pedagang Muslim dari India, khususnya Gujarat. Pijnappel dari Universitas Leiden merupakan salah satu sarjana yang mendukung teori ini. Dia berpendapat bahwa Islam berasal dari Gujarat dan Malabar di India. Menurutnya, mazhab Syafi’i dari orang Arab kemudian bermigrasi ke India, dan orang-orang India inilah yang membawa agama Islam ke Indonesia. Pendapat Pijnappel ini juga ditegaskan oleh Snouck Hurgronje dalam bukunya yang berjudul ‘L’Arabie et Les Indes Neelandaises atau Reveu de I’Histoire des Religious’. Snouck Hurgronje menyatakan bahwa hubungan dagang antara Indonesia dan India telah terjalin sejak lama, dan adanya inskripsi tertua tentang Islam di Sumatera menunjukkan adanya hubungan antara Sumatera dengan Gujarat. BACA JUGA: Selain itu, teori Gujarat juga didukung oleh Moquette, yang menyatakan bahwa agama Islam di Indonesia berasal dari Gujarat berdasarkan penemuan artefak berupa batu nisan di Pasai, wilayah utara Sumatera pada tahun 1428 M. Batu nisan ini memiliki kemiripan dengan batu nisan yang ditemukan di makam Maulana Malik Ibrahim di Jawa Timur, serta bentuknya serupa dengan batu nisan di Cambay, Gujarat, India. Teori masuknya Islam ke Indonesia melalui Gujarat ini memberikan gambaran tentang pentingnya hubungan dagang dan kontak budaya antara wilayah Indonesia dan India pada masa lampau. Pedagang Muslim dari Gujarat dapat dipandang sebagai agen perubahan sosial dan agama yang membawa agama Islam ke wilayah Nusantara. Selain itu, teori ini juga menyoroti pluralitas agama dan pengaruh lintas budaya yang memainkan peran penting dalam perkembangan Islam di Indonesia. Secara keseluruhan, teori masuknya Islam ke Indonesia melalui Gujarat menawarkan perspektif menarik dalam memahami sejarah agama Islam di Nusantara. Dengan mengacu pada bukti-bukti arkeologi dan penelitian sejarah, teori ini memberikan pandangan yang kaya tentang saling keterkaitan antara Indonesia dan India serta pengaruhnya terhadap perkembangan Islam di wilayah ini. Seorang penikmat buku-buku Sejarah dan senang menulis.Teori Gujarat
Bukti Teori Gujarat

Profil Penulis
Danil Kasputra
Facebook
Twitter
LinkedIn
Instagram
Youtube
Masa Hindu-Buddha di Indonesia mengawali tumbuh dan berkembangnya sistem kerajaan. Sebelum masa Hindu-Buddha bangsa Indonesia tidak pernah menganal jabatan raja. Kepala wilayah tertinggi hanyalah seorang ketua adat atau kepala suku. Tapi setelah masuknya pengaruh budaya India, jabatan raja dan sistem kerajaan kemudian mulai diperkenalkan. Disini kita akan mengenal beberapa kerajaan yang pernah tumbuh dan berkembang di Indonesia.
Kutai merupakan kerajaan Hindu-Buddha pertama yang diketahui di Indonesia berdasarkan bukti tertulis. Kerajaan ini terletak di tepian sungai Mahakam, Kutai, Kalimantan Timur dan kemungkinan ada sekitar abad ke-5 M. Hal didasarkan dari temuan Prasasti Yupa yang ditulis dalam huruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta.

Isi dari prasasti Yupa sendiri menginformasikan beberapa hal penting tentang Kerajaan Kutai,
Walaupun Kerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu-Buddha tertua di Indonesia tapi tidak diketahui secara pasti kapan agama Hindu-Buddha masuk ke kerajaan ini. Tapi kita bisa menduga bahwa agama Hindu-Buddha mulai masuk di masa pemerintahan ayahnya yang bernama Aswawarman. Ini dilihat dari namanya yang sudah terpengaruh nama India. Sementara kakeknya Kuddungga masih menggunakan masa asli Indonesia.
Sriwijaya muncul di abad ke-7 sebagai kerajaan Buddha maritim atau bahari terbesar di Nusantara. Kota Palembang merupakan pusat pemerintahannya. Sementara Sri Jayanasa adalah raja pertama kerajaan ini.
Catatan terawal mengenai Sriwijaya diketahui dari berita seorang pendeta Buddha China bernama I-Tsing. Di 671 M I-Tsing berencana untuk berziarah ke India, tapi selama pelayarannya dia sempat tinggal selama 4 bulan di Sriwijaya untuk Belajar bahasa Sanskerta. Beberapa prasasti yang ditemukan juga banyak memberikan informasi mengenai kerajaan ini seperti Prasasti Kedukan Bukit (683 M), Prasasti Talang Tuo (684 M), Prasasti Telaga Batu di Palembang, Prasasti Kota Kapur di Pulau Bangka, dan Prasasti Karang Berahi di Jambi.

Kerajaan Sriwijaya mengalami kemajuan di abad ke-9 ketika Balaputradewa yang berasal dari Wangsa Syailendra di Jawa berkuasa. Dia mampu memanfaatkan letak Sriwijaya yang strategis di antara jalur perdagangan India dan China. Pelabuhan-pelabuhan di kerajaan Sriwijaya bayak disinggahi kapal-kapal dagang yang hendak berlayar ke China atau ke India. Raja Sriwijaya juga banyak mengirim para pelajar untuk belajar agama Buddha ke India.
Kerajaan Sriwijaya mulai melemah sejak serbuan Kerajaan Cholamandala dari India Selatan di abad ke 11. Tapi kerajaan ini masih berdiri untuk tahun-tahun setelahnya. Namu di abad berikutnya, nama Sriwijaya menghilang dari sejarah dan bisa dikatakan tamat riwayatnya.
Tarumanegara mewakili salah satu kerajaan Hindu-Buddha terawal di Nusantara. Muncul di abad ke-6 M, kerajaan ini kemungkinan terletak di kota Bogor, Jawa barat hari ini. Berita mengenai kerajaan ini banyak berasal dari beberapa prasasti yang ditemukan seperti Prasasti Ciaruteun, Prasasti Kebon Kopi I dan II, Prasasti Jambu, Prasasti Pasir Aw dan Muara Cianten di Bogor. Ada juga beberapa prasasti yang ditemukan di Jakarta dan Banten seperti Prasasti Tugu dan Kabantenan.

Raja terkenal kerajaan ini ialah raja Purnawarman yang dikisahkan bahwa dia seorang raja arif dan bijaksana. Bahkan untuk meningkatkan hasil pertanian raja berinisiatif untuk membangun sungai Gomati sepanjang 12 km. Tak heran pemerintahannya membawa kemakmuran dan kesejahtraan bagi rakyatnya.
Riwayat kerajaan ini kemudian berakhir ketika Tarusbawa memindahkan pusat pemerintahannya dari Taruma ke Sundapura.
Baca Juga:
Tarusbawa menantu dari raja Tarumanegara terakhir memindahkan ibu kota dari Taruma ke Sundapura. Hal ini membuat penguasa Galuh Wretikandayun bawahan dari Tarumanegara memilih memisahkan diri dan membuat kerajaan sendiri bernama Galuh. Maka secara otomatis sisa kerajaan Tarumanegara terbagi dua yakni satu di Sundapura membentuk kerajaan Sunda, satu lagi di Galuh dikenal sebagai Kerajaan Galuh.

Kedua kerajaan ini kemudian bersatu kembali di bawah Sri Baduga Maharaja di tahun 1482. Sri Baduga kemudian memusatkan kekuasaannya di Pakuan Pajajaran (Bogor). Kerajaannya masih bernama kerajaan Sunda tapi kini lebih dikenal sebagai Kerajaan Pakuan Pajajaran.
Kerajaan ini berakhir di tahun 1579 ketika Sultan Banten Maulana Yusuf menyerbu Istana Pakuan dan menaklukan kerajaan ini.
]]>Tahukan kalian selama abad ke-20, Afrika Selatan banyak menjadi pusat perhatian dunia. Bukan karena prestasi negara ini semisalnya dalam bidang olahraga atau kekuatan negaranya yang adidaya, tapi karena sebuah politik diskriminasi ras yang bernama politik apartheid. Politik Apartheid di Afrika Selatan saat itu banyak dikecam dunia karena membeda-bedakan manusia berdasarkan warna kulit. Mayoritas penduduk kulit hitam di Afrika Selatan dipinggirkan sementara minoritas kulit putih mendominasi pemerintahan. Untuk lebih jelasnya dalam pertemuan ini kita akan belajar mengenai bagaimana awal mula politik apartheid muncul, lalu berkembang dan kemudian dihapuskan.
Pada abad ke-17 Belanda tiba di Afrika Selatan dan mulai mendirikan koloni mereka disana. Banyak orang Belanda yang kemudian menetap di koloni ini. Dari merekalah orang Boer atau biasa disebut sebagai Afrikaner lahir, orang Boer sendiri telah menganggap Afrika Selatan sudah menjadi tanah airnya.
Baca Juga:
Inggris kemudian tiba disana pada abad ke-19, orang Boer merasa bahwa Inggris telah merebut kemerdekaan mereka. Oleh karena itu muncullah pemberontakan kaum Boer atau biasa dikenal sebagai Perang Boer (1899-1902). Dua negara Boer kemudian lahir selama perang ini yakni, Republik Transvaal dan Negara Bebas Orange. Tapi Inggris lebih kuat dan menghapus dua negara itu. Pemberontakan berakhir dan selanjutnya Afrika Selatan di bawah penguasaan Inggris menjadi Uni Afrika Selatan pada 1910.
Inggris berkuasa berkuasa dengan menjalankan politik rasial dimana orang-orang non-kulit putih dipinggirkan. Hal ini terus berlangsung hingga 1948. Ketika Afrika Selatan merdeka dan Partai Nasional, Partainya minoritas kelas putih menang pemilu.
Afrika Selatan memang merdeka tapi hal itu hanya dirasakan oleh golongan minoritas kulit putih saja. Apalagi politik rasial warisan Inggris kemudian dikuatkan dalam sebuah undang-undang bernama Politik Apartheid. Dalam undang-undang itu penduduk Afrika Selatan terbagi ke dalam beberapa ras. Pertama ras kulit putih yang mendominasi, kedua ras orang kulit berwarna dan keturunan Asia. Lalu ketiga kelas terbawah ras kulit hitam.
Beberapa kebijakan politik Apartheid antara lain,
Politik Aparthied yang kejam, tidak manusiawi dan melanggar hak asasi manusia terus bertahan hingga awal dekade 1990-an. Ketika semakin kuatnya perlawanan dari dalam dan luar negeri.
Perlawanan paling keras dan kuat berasal dari African National Congress (ANC) yang dipimpin oleh Nelson Mandela. Akibatnya ia kemudian dipenjara di tahun 1962 sampai tahun 1990 ketika pemerinhan Afrika Selatan di bawah Willem de Klerk mulai membuka diri.

Kecaman internasional pun terus berdatangan pada pemerintahan apartheid Afrika Selatan. Embargo politik, sosial dan ekonomi membuat Afrika Selatan dikucilkan dari pergaulan Internasional.
]]>Pada mulanya, kedatangan bangsa Eropa di Indonesia cukup mendapat sambutan yang amat hangat. Karena tujuan mereka semula hanya untuk memperoleh rempah-rempah. Akan tetapi setelah diketahui bahwa mereka juga memiliki motif untuk melancarkan praktek imperialisme dan kolonialisme. Respon bangsa Indonesia kemudian berubah banyak dari kerajaan dan kesultanan di Indonesia saat itu melancarkan perlawanan terhadap imperialisme dan kolonialisme bangsa Eropa.
Pada tahun 1511, Portugis berhasil menaklukan kesultanan Malaka dan menguasai bandar dagang yang kaya itu. Akibatnya banyak dari para pedagang Muslim berpindah ke Kesultanan aceh. Aceh pun makmur dan menjadi bandar dagang dan kota pelabuhan paling sibuk di abad ke-16.

Portugis kemudian mengincar Aceh sebagai sasaran penaklukan berikutnya. Tapi armada dan angkatan perang Aceh sulit untuk ditaklukan malahan beberapa kali Aceh melancarkan pengepungan terhadap kedudukan Portugis di Malaka di bawah Sultan Aceh yang amat terkenal, Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Walaupun pengepungan itu mengalami kegagalan. Tapi berkat bantuan senjata dan hubungannya dengan Kesultanan Turki Utsmani, Aceh terus bisa bertahan menghalau kapal-kapal Portugis yang sering melakukan pembajakan.
Aceh pun terus bertahan hingga kemudian takluk kepada Belanda di tahun 1904.
Kedudukan Portugis di Malaka amat membahayakan bagi lalu lintas perdagangan di Samudera Hindia. Maka pada tahun 1512 setahun setelah penaklukan Portugis di Malaka. Armada Demak dengan kekuatan 100 kapal dan 12.000 prajurit di bawah pimpinan Adipati Unus menyerbu dan mengepung kedudukan Portugis Malaka. Ini juga merupakan salah satu respon awal terhadap imperialisme dan kolonialisme. Akan tetapi kekuatan Portugis cukup kuat untuk menghalau serangan itu.

Namun kembali di tahun 1521, untuk membantu sultan Malaka merebut kembali tahtanya. Demak di bawah Adipati Unus melancarkan lagi serangan kedua kepada orang Portugis. Tapi lagi-lagi serangan ini gagal bahkan Adipati Unus sendiri tewas dalam serangan ini. Oleh karenanya di kemudian mendapat julukan Pangeran Sabrang Lor atau pangeran yang bertempur di tanah seberang.
Portugis berhasil mencapai Maluku sekitar tahun 1512 dan mereka tahu bahwa disinilah rempah-rempah berasal. Sultan Ternate amat menyambut hangat kedatangan Portugis. Apalagi mereka sedang bermusuhan dengan Kesultanan Tidore. Di tahun 1521 saingan utama Portugis, Spanyol tiba di Maluku dan mereka disambut hangat penguasa Tidore.
Portugis marah melihat kenyataan ini mereka beralasan Spanyol telah melanggar perjanjian Tordesillas. Akibatnya Spanyol kemudian menyingkir dari Maluku dan Portugis tetap bercokol disana.
Baca juga:
Portugis yang tiba di Maluku dengan ambisi menguasai rempah-rempah dan misi penyebaran agama. Lama-lama membuat gerah Sultan Hairun penguasa Ternate, dia menganggap Portugis telah keterlaluan dalam memonopoli rempah-rempah dan penyebaran misi agama Kristen. Portugis dan Sultan pun mengadakan perundingan. Tapi ternyata ini hanyalah taktik Portugis, setelah Sultan bertemu orang Portugis. Mereka malah membunuhnya.
Sultan Baabullah anak sultan Hairun pun berang, dia kemudian memimpin rakyat Maluku untuk menyerang Portugis pada tahun 1570. Benteng Portugis pun berhasil dikepung dan pada tahun 1575 orang Portugis menyerah dan menyingkir dari Maluku. Sultan Baabullah pun berhasil mengusir Portugis.
]]>Manusia Pra-Aksara Indonesia walaupun masih hidup dalam keadaan yang masih primitif, akan tetapi mereka telah mengembangkan kebudayaan walau dalam tingkat yang rendah. Beberapa aspek kebudayaan yang berkembang itu antara lain aspek kepercayaan, aspek sosial dan budaya, ekonomi, dan teknologi. Pada bagian ini, kita akan belajar mengenai perkembangan aspek sosial budaya dan kepercayaan.
Manusia yang hidup selama masa pra-aksara biasanya hidup berkelompok dengan setiap kelompoknya beranggotakan 10 -15 orang. Mereka tinggal berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jika di satu daerah sumber pangannya telah habis mereka akan berpindah pada tempat lain yang masih menyediakan sumber pangan yang berlimpah.
Dalam kehidupannya yang masih primitif ini telah ada pembagian tgas kerja yang sederhana. Para Pria bertugas untuk berburu dan mengumpulkan makanan. Sementara para wanita biasanya menghabiskan waktunya dengan memelihara anak. Selain itu untuk setiap kelompok mereka biasanya memilih seseorang yang dituakan sebagai kepala kelompok
Selain itu Goa-goa berfungsi sebagai tempat tinggal manusia di masa ini. Kemudian juga karena sebagian besar mereka bergantung pada berburu binatang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Maka para manusia purba telah menciptakan beberapa alat-alat yang masih sangat sederhana. Alat-alat itu berfungsi sebagai alat berburu, alat pemotong, alat penggeruk tanah, dll.

Alat-alat itu sendiri terdiri dari:
Kejatuhan rezim orde baru yang mengantarkan pada masa reformasi tahun 1998 tidak serta merta langsung membawa kondisi Indonesia menjadi lebih baik. Indonesia mengalami fase masa transisi yang cukup bergejolak terutama dalam lapangan kondisi sosial dan ekonomi. Dalam tulisan singkat kali kita akan mempelajari mengenai kondisi sosial dan ekonomi Indonesia masa reformasi.
Sejak sebelum kejatuhan rezim orde baru, krisis moneter telah melanda Indonesia. Krisis itu juga yang menjadi salah satu sebab tumbangnya rezim orde baru. Secara otomatis pemerintahan B.J. Habibie yang membawa agenda reformasi harus mewarisi kerusakan sosial dan ekonomi yang cukup parah akibat krisis itu.
Banyak perusahaan gulung tikar dan kesulitan untuk menggaji pegawainya. Pada akhirnya Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK terjadi dimana-mana ditambah inflasi yang terus naik membuat harga kebutuhan pokok melambung tinggi.
Hasilnya ialah pengangguran dimana-mana. Para pengangguran ini kemudian banyak menciptakan masalah sosial baru seperti tingginya tingkat kriminalitas dari perampokan, pencopetan hingga pencurian.
Krisis ekonomi 1997 juga membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia goncang. Inflasi terus meningkat, nilai tukar rupiah terhadap dollar melorot dan kondisi politik Indonesia belum stabil setelah orde baru tumbang. Akibat investasi baik dalam maupun luar negeri mandeg bahkan para investor asing banyak yang lari ke luar negeri. Hasilnya mudah ditebak pengangguran meningkat dan pendapatan per kapita Indonesia memburuk.
Baca Juga:
Oleh karenanya pemerintahan di masa reformasi baik masa kepresiden B.J. Habibie, Abdurahman Wahid dan Megawati selalu memusatkan perhatiannya pada perbaikan ekonomi. Perbaikan-perbaikan ekonomi itu meliputi,
untuk memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi masa reformasi yang goncang warisan dari Presiden Soeharto ini tak mudah. Karena perlu melewati beberapa pergantian pemerintahan untuk mencapai kestabilan seperti sedia kala.
Ratusan tahun perjuangan bangsa Indonesia untuk merdeka dari penjajahan bangsa asing berakhir pada 17 Agustus 1945. Ketika Bung Karno bersama Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Peristiwa itu menandai awal mula kelahiran bangsa Indonesia sekaligus dimulainya sebuah perjuangan panjang untuk mempertahankan kemerdekaan itu. Tapi perlu diketahui, peristiwa proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada beberapa peristiwa penting yang melatarbelakangi peristiwa itu.
Sejak 1942, Jepang telah menggantikan Belanda sebagai penjajah yang menguasai Indonesia. Tak jauh berbeda dengan Belanda penguasa Jepang saat itu terkenal amat bengis bahkan lebih kejam. Tapi saat itu Jepang sedang terlibat dalam perang Pasifik (Bagian Perang Dunia II) melawan pasukan sekutu (Amerika, Inggris, China, dan Belanda) dan semenjak 1943 mereka banyak mengalami kekalahan.

Pada tanggal 06 dan 09 Agustus 1945, Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagashaki. Tepat pada waktu yang bersamaan, Uni Soviet menyatakan Perang terhadap Jepang dan menyerbu wilayah jajahan Jepang di Manchuria dan Semenanjung Korea.

Karena kondisi Jepang yang telah hancur akibat perang, Kaisar Jepang Hirohito pada 15 Agustus 1945 mengumumkan penyerahan diri kepada tentara sekutu. Perang Pasifik sebagai bagian Perang Dunia II di Asia pun berakhir. Semua jajahan Jepang akan diambil alih oleh tentara Sekutu.
Jepang telah kalah dalam perang dan sekutu sebagai pemenang perang belum mengambil alih kekuasaan. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu wilayah jajahan Jepang mengalami kekosongan kekuasaan.
Kelompok pemuda yang bermarkas di Menteng 31 mendengar berita kekalahan Jepang ini melalui radio. Dengan tokoh-tokohnya seperti B.M. Diah, Sukarni, Sudiro, Chaerul Saleh, Wikana dan Supeno, mereka berkonsolidasi untuk mempercepat proklamasi kemerdekaan Indonesia tanpa bantuan Jepang.

Saat itu tanggal 15 Agustus 1945, Bung Karno bersama Bung Hatta baru saja tiba dari Dalat, Vietnam. Mereka baru saja bertemu penguasa Jepang Jenderal Terauchi, tanpa mengetahui sedikit pun berita kekalahan Jepang.
Para pemuda langsung menemui Bung Karno dan memintanya untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanpa sangkut paut Jepang. Tapi Bung Karno menolaknya ia ingin bahwa Proklamasi kemerdekaan harus dikonsultasikan terlebih dahulu dalam sidang PPKI. Bung Hatta pun berpikiran sama dengan Bung Karno. Peristiwa ini membuat kecewa golongan pemuda.
Para pemuda yang kekeh dengan pendiriannya akhirnya menculik Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok, sebuah kota kecil di Karawang pada 16 Agustus 1945. Hal ini sengaja dilakukan agar Bung Karno dan Bung Hatta tidk dipengaruhi Jepang.
Di Rengasdengklok Keduanya berada di rumah seorang keturunan Tionghoa bernama Jo Ki Song. Disana para pemuda menekan Bung Karno dan Bung Hatta untuk secepatnya memproklamasikan kemerdekaan tanpa campur tangan Jepang. Pada awalnya Bung Karno menolak dan hal ini memicu perdebatan panjang dengan para pemuda.
Baca Juga:
Tapi pada akhirnya Bung Karno dan Bung Hatta menyatakan bersedia menuruti permintaan para pemuda. Maka setelah seharian di Rengasdengklok keduannya kemudian kembali ke Jakarta pada malam hari. Disana terjadi perundingan diantara Ahmad Soebardjo mewakili golongan tua dan Wikana mewakili golongan muda. Hasilnya Proklamasi kemerdekaan akan dilangsungkan di Jakarta dan rumah Laksamana Maeda akan dijadikan sebagai tempat perumusan naskah proklamasi.
Rumah Laksamana Maeda, seorang perwira angkatan laut Jepang yang bersimpati terhadap perjuangan bangsa Indonesia menjadi tempat perumusan naskah proklamasi. Soekarno, Hatta dan Ahmad Subardjo berperan penting dalam perumusan naskah itu.
Ketika ketiganya telah menyelesaikan naskah itu. Terjadi sedikit perdebatan tentang siapa saja yang harus menandatangani naskah itu. Apakah semua hadirin yang ada di tempat itu harus ikut menandatanganinya. Namun atas usul Soekarni cukup Bung Hatta dan Bung Karno saja yang menandatanganinya dengan mengatasnamakan bangsa Indonesia. Para hadirin pun setuju dan naskah hasil tulis tangan Bung karno kemudian diketik ulang oleh Sayuti Melik.
Pada awalnya proklamasi kemerdekaan akan dilakukan di Lapangan Ikada. Namun disana tentara Jepang berjaga begitu ketat dan sangat rawan untuk terjadi pertumpahan darah. Oleh karena itu tempat proklamasi dipindah ke kediaman Bung Karno di Jalan Pegangsaan Timur no. 56.


Sebagai persiapan untuk proklamasi kemerdekaan, S. Suhud menyiapkan tiang bendera sederhana yang terbuat dari Bambu. Mr. wilopo menyediakan pengeras suara. Sementara istri Bung Karno, Fatmawati Soekarno menjahit bendera merah putih yang akan dikibarkan.
Tepat pukul 10.00 pagi tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno dengan didampingi Muhammad Hatta membacakan teks proklamasi. Pembacaan teks proklamasi ini kemudian diikuti dengan pengibaran bendera merah putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Maka kemudian 17 Agustus dikenang sebagai hari proklamasi kemerdekaan Indonesia dan menjadi momen paling bersejarah bagi bangsa Indonesia.
]]>
Sudah lebih dari ribuan tahun, hubungan bangsa India dan Indonesia telah terjalin. Bahkan pengaruh budaya India telah meresap begitu mendalam pada diri bangsa Indonesia. Apalagi Agama Hindu-Buddha yang berasal dari India sempat menjadi agama utama di Indonesia. Jika ditelisik lebih dalam pengaruh-pengaruh itu tampak terlihat dalam beberapa hal seperti: agama, bahasa dan tulisan, sastra, arsitektur dan pemerintahan.
Kurang lebih untuk 1500 tahun (abad ke- 1 M -1500 M), Agama Hindu-Buddha sempat menjadi agama paling dominan di Indonesia. Keduanya bahkan menjadi agama resmi atau utama di kerajaan-kerajaan kuno Indonesia seperti Sriwijaya, Majapahit, Singasari, dll.

Namun dengan kedatangan agama Islam di abad ke-13, pengaruh kedua agama ini kian surut. Apalagi dengan kejatuhan kerajaan Hindu terakhir Majapahit di abad ke-16, pengaruh agama ini kian susut. Kini populasi penganut agama Hindu yang tersisa bisa kita jumpai di Bali juga pada suku Tengger di pegunungan Bromo. Ada juga populasi kecil penganut agama Hindu di Sumatra, Sulawesi dan Kalimantan. Sementara Agama Buddha kebanyakan dianut oleh orang Tionghoa.
Kitab suci agama Hindu sendiri banyak ditulis menggunakan bahasa Sanskerta dan Huruf Pallawa. Pengaruh keduanya amat kental terasa bahkan hingga saat ini.
Baca Juga:
Prasasti-prasasti yang dikeluarkan oleh raja-raja masa Hindu-Buddha kerap menggunakan bahasa Sanskerta selain daripada penggunaan aksara Pallawa. Prasasti Ciaruteun merupakan satu contoh prasasti masa Hindu-Buddha yang menggunakan bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa.

Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara Indonesia masih banyak menyerap perbedaharaan kata dari bahasa Sanskerta. Kata kata seperti angkara, gusti, cahaya, guru, dll masih sering kita dengar dituturkan oleh orang Indonesia.

Tak lupa juga, huruf tradisional suku-suku di Indonesia seperti Sunda, Jawa dan Bali kuno merupakan turunan langsung dari huruf Pallawa.
Satu dari sekian banyak budaya India yang masih bertahan hingga kini ialah sastra. Sastra-sastra India masih sangat digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Kisah Ramayana dan Mahabarata adalah yang paling dikenal dan telah banyak disadur ke berbagai bahasa daerah.

Dalam pentas wayang mereka banyak ditampilkan. Selama masa kerajaan Kediri, kisah Ramayana dan Mahabarata diadaptasi dalam cerita lokal. Salah satunya ialah kitab Arjunawiwaha.
Selama masa Hindu-Buddha, seni arsitektur Indonesia berkembang pesat. Seni arsitektur Indonesia asli seperti punden berundak-undak mempengaruhi gaya tempat-tempat suci dan ibadah agama Hindu-Buddha. Perpaduan diantara keduanya menghasilkan komplek-komplek peribadatan yang dinamakan Candi. Candi-candi ini banyak tersebar dan salah satu yang paling dikena ialah Candi Borobudur dan Prambanan.

Sebelum masuknya pengaruh budaya India, orang Indonesia asli hanya mengenal kepala suku atau kepala adat sebagai struktur tertinggi dalam pemerintahan. Keduanya pun menduduki jabatan itu melalui pemilihan oleh masyarakat.
Namun dengan datangnya pengaruh India, jabatan kepala suku itu pun tidak lagi didsarkan pemilihan rakyat. Tapi jabatan kepala suku menjadi diwariskan secara turun temurun diantara kepala suku dan keluarganya. Kepala suku ini pun mendapat panggilan baru yaitu raja atau maharaja. Wilayah kekuasaannya dinamakan Kerajaan.
Kalian semua tentu nya tahu dengan negara Vietnam. Salah satu negara Asia Tenggara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi paling dinamis di abad 21. Tapi tahukah kalian bahwa selama pertengahan abad ke 20, Vietnam menjadi salah satu wilayah konflik paling mematikan di muka bumi. Bahkan negara Vietnam sendiri terpecah menjadi dua negara, satu di utara bernama Republik Demokratik Vietnam atau akrab disebut Vietnam Utara. Satu-nya lagi di selatan biasa disebut sebagai Republik Vietnam atau Vietnam Selatan.
Hingga tahun 1950-an, wilayah Vietnam saat ini ditambah Laos dan kamboja merupakan wilayah jajahan Perancis dengan nama Indochina Perancis. Pada tahun 1956, Tentara Perancis mengalami kekalahan dalam pertempuran Dien Bien Phu yang mengakhiri penjajahan Perancis di Indochina.
Seusai kekalahan Perancis diadakan konferensi Jenewa disana dinyatakan bahwa Vietnam secara resmi dibagi menjadi dua negara. Satu negara Komunis di utara bernama Republik Demokratik Vietnam yang didukung Uni Soviet, Republik Rakyat China dan Korea Utara. Satu lagi sebuah negara demokratis pro-Barat di selatan didukung Amerika Serikat dan negara barat.
Persetujuan Jenewa nyatanya bukan akhir dari sebuah konflik tapi merupakan permulaan satu konflik lainnya yang letupan amat besar juga mematikan. Pembagian Vietnam malah melahirkan konflik baru yaitu perang Vietnam yang berlangsung selama 18 tahun (1957-1975).
Perang Vietnam merupakan salah konflik paling mematikan selama perang dingin. Vietnam menjadi tempat pertempuran besar dua ideologi besar yang saling bersebrangan yakni ideologi komunis dan liberal.
Kaum komunis di utara mendapat bantuan baik militer maupun persenjataan dari sekutu komunisnya seperti Uni Soviet, Republik Rakyat China, Korea Utara, Kuba dan Mongolia.
Sementara kaum liberal pro-barat mendapat sokongan kuat dari Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand, Australia, Selandia Baru dan Philiphina.
Hampir dua juta orang baik sipil maupun militer tewas selama perang ini. Jutaan orang Vietnam mencari suaka hingga bahkan melarikan diri dengan perahu-perahu kecil keluar dari Vietnam. Banyak dari mereka lari ke Amerika Serikat, Australia dan negara-negara barat lainnya atau ditampung sebagai pengungsi perang di negara-negara Asia Tenggara lain. Salah satu tempat penampungan para pengungsi Vietnam di Indonesia yang paling terkenal ialah pulau Galang di Batam.
Perang Vietnam berakhir dengan jatuhnya ibu kota Vietnam Selatan, Saigon ke tangan pasukan komunis Vietnam Utara sekaligus menandai kekalahan Vietnam Selatan. 30 April 1975 menandai reunifikasi kembali Vietnam di bawah pihak komunis. Kejatuhan Vietnam Selatan menjadi salah satu peristiwa memalukan bagi Amerika Serikat sebagai negara adidaya.

Sebagian besar kita seringkali memandang bahwa Imperialisme dan Kolonialisme dua buah kata yang memiliki makna serupa. Keduanya seakan berjalan saling beriringan dan terikat satu sama lain. Padahal jika kita telisik lebih dalam Imperialisme dan kolonialisme merupakan dua buah kata yang berbeda baik dari segi asal kata, pengertian dan makna.
Kolonialisme berasal dari kata koloni yang mempunyai arti ‘daerah’, ‘wilayah’ atau ‘territorial’. Maka bisa diartikan kolonialisme ialah suatu paham yang ingin menjadikan daerah atau wilayah di luar kekuasaanya sebagai bagian dari wilayahnya.

Kata Imperium merupakan asal kata dari Imperialisme yang berarti ‘wilayah kekuasaan penguasa’. Walaupun secara definisi nampak sekali bahwa imperialisme hampir serupa dengan kolonialisme, tapi terdapat perbedaan diantara keduanya. Imperialisme lebih menekankan pada campur tangan suatu bangsa terhadap bangsa lainnya dengan maksud untuk menguasainya.
Kejatuhan Konstatinopel pada tahun 1453 dari tangan Byzantium kepada Bangsa Turki Utsmani berperan penting dalam berkembangnya Kolonialisme dan Imperialisme di negara- negara Eropa. Bandar Konstantinopel tempat orang Eropa bisa memperoleh rempah-rempah dengan mudah ditutup setelah kejatuhan kota itu. Bersamaan dengan itu harga rempah-rempah ikut naik karena persediaan yang semakin langka dan terbatas.
Pada tahun 1492 Kesultanan Muslim terakhir di Granada, Spanyol jatuh dan menyerah pada dua penguasa Katolik Kerajaan Spanyol Ratu Isabella dan Ferdinand. Di saat Kerajaan Spanyol sedang merayakan kemenangannya dalam mengakhiri 7 abad dominasi penguasa muslim, Colombus datang dan menawarkan pencarian rempah rempah menuju India. Colombus menyakinkan bahwa jalan yang dia tempuh ke India adalah menuju barat dan ini merupakan jalan baru tiada satu pun pelaut yang pernah melaluinya. Karena tergiur dengan keuntungan dari rempah-rempah dan juga ambisi perluasan wilayah, penguasa Spanyol setuju terhadap tawaran itu.

Maka Colombus pun berangkat dan tiba di sebuah benua baru yang kelak bernama Amerika. Karena Colombus masih belum sadar dan mengira ia telah tiba di India. Maka penduduk setempat ia beri nama orang Indian. Disana ia menancapkan sebuah tugu peringatan bahwa wilayah ini merupakan bagian dari kerajaan Spanyol. Setelah pelayaran Colombus berbondong-bondong orang Eropa berlomba-lomba mencari jalan ke dunia timur tempat dimana rempah-rempah berada.

]]>